Masih Banyak Warga yang Ragu, Pemkab Buka Pendaftaran Relawan Vaksin Covid-19

Ilustasi vaksin

CIBINONG-RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) harus gencar melakukan sosialisasi terkait rencana vaksin Covid-19 untuk masyarakat Kabupaten Bogor.

Musababnya, sejumlah masyarakat yang menjadi calon penerima vaksin covid-19, mengaku ragu dengan vaksin dari pemerintah itu.

Diketahui, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF mengungkapkan, masih ada 7,60 persen masyarakat di Indonesia tidak mau divaksinasi.

Hal itu kini menjadi tantangan Bupati Bogor Ade Yasin sebagai upaya menekan penyebaran virus corona di Bumi Tegar Beriman.

Menurutnya, saat ini Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor telah memetakan sebaran vaksinasi yang rencananya bakal disebar di tujuh kecamatan yang masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.

Hanya saja, warga yang masuk dalam kategori penerima program vaksinasi merasa ragu dan tak berani untuk ikut ambil bagian dalam program vaksinasi dari pemerintah.

Ilustasi vaksin

Ade-sapaanya mengatakan, jika tak ada aral vaksinasi bakal dilakukan oleh pemerintah pusat pada November ini.

“Ternyata minatnya belum (banyak,red), mungkin perlu ada sosialisasi yang lebih masif, karena saat kita tanya untuk vaksin, masyarakat ragu-ragu, dan tidak semangat untuk divaksin, padahal ini gratis,” katanya.

Ade menjelaskan, sebagian warga yang ragu karena mereka khawatir terjadi apa-apa ketika menerima vaksin Covid-19.

“Belum banyak contoh, sudah teruji apa belum, jadi masyarakat pada begitu. Makannya ini harus masif (sosialisasi) terutama soal testimoni orang-orang yang sudah di vaksin,” kata dia.

Menurutnya, saat Pemkab Bogor mendapatkan jatah 1.2 juta vaksin Covid-19, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor langsung sosialisasi. Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkab Bogor akan membuka pendaftaran untuk relawan vaksin.

Hal itu, kata dia, sebagai contoh kepada masyarakat agar yang lain merasa yakin dan mau mengikuti program pemerintah.

Relawan tersebut nantinya bakal berasal dari masyarakat Kabupaten Bogor yang sesuai dengan 11 kategori calon penerima vaksin.

Ilustasi vaksin

“Siapa saja yang mau, yang penting mereka masyarakat kabupaten Bogor, dan tidak keluar dari 11 kategori yang sudah kita siapkan kemarin. Saya juga sudah minta kepada satgas covid-19 untuk membuka pendaftaran ini secara online siapa yang berminat di vaksin, baik dari segi profesi dan usia produktif,” bebernya.

Dibukanya pendaftaran relawan vaksin tersebut, untuk memunculkan testimoni, jika vaksinasi yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat aman, dan tidak ada efek samping.

“Kita harus member keyakinan, makanya harus munculkan testimoni-testimoni dari orang-orang yang di vaksin, agar keraguan masyarakat bisa hilang,” katanya.

Sampai saat ini, Pemkab Bogor belum mendapatkan informasi lebih lanjut soal program vaksinasi tersebut.

“Kita belum ada info lagi soal vaksinasi ini. Terakhir, kita baru diminta untuk siapkan data saja by name dan by address. Kita juga masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah,” kata dia.

Untuk diketahui, Pendataan penerima vaksin Covid-19 di Kabupaten Bogor, akhirnya rampung. Dari 1,2 juta kuota vaksin dari pemerintah pusat, masyarakat usia produktif di tujuh kecamatan zona merah mendapat jatah paling banyak. Yakni, 1.112.189 orang.

Ilustasi vaksin

Tujuh kecamatan itu antara lain, Cibinong, Bojonggede, Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, Sukaraja, dan Cigombong.

“Karena jumlah penduduk kita banyak, kami utamakan masyarakat yang terdampak di zona merah,” ujar Ade Yasin.

Selain masyarakat zona merah, merekayang bertugas di garda terdepan juga akan mendapat prioritas vaksin. Di antaranya tenaga kesehatan 16.452 orang, pegawai negeri sipil (PNS) 20.046 orang, perangkat RT 16.256 orang, pesantren 14.070 orang, guru 1.200 orang dan guru diniah 9.100 orang.

’’Kami juga utamakan mereka yang melayani publik. Seperti nakes, TNI-Polri, pegawai, guru, dan RT/RW,” imbuh Ade.

Ade memaparkan jumlah 1,2 juta penerima vaksin berasal dari kuota 20 persen jumlah penduduk yang diminta pemerintan pusat. Seperti diketahui jumlah penduduk Kabupaten Bogor mencapai enam juta orang.

“Setelah pendataan ini kami masih menunggu arahan pemerintah pusat kapan pelaksanaan pemberian vaksin akan dilakukan,” imbuhnya.(ded)