Krisis Ekonomi Ditengah Pandemi Landa Bogor, Pengamat: Maksimalkan Sistem Penjualan Online

ilustrasi usaha berbisnis (Dok. JawaPos.com)

BOGOR-RADAR BOGOR, Pandemi Covid 19 membawa dampak besar bagi kehidupan manusia.

Tidak saja mengancam kesehatan. Wabah virus corona yang telah menyerang sebagian besar negara di dunia ini juga membuat perekonomian kian terpuruk. Termasuk di Bogor.

Salah satu faktor terpuruknya ekonomi adalah daya beli masyarakat yang menurun drastis.

Ditambah dengan kebijakan pemerintah beberapa bulan belakangan yang memaksa pembatasan aktivitas dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid19.

Turunnya daya beli masyarakat, juga berdampak pada keberlangsungan sejumlah perusahaan.

Dimana turunnya daya beli, menyebabkan banyak perusahaan terpaksa tutup sementara waktu bahkan bangkrut.

ilustrasi usaha berbisnis (Dok. JawaPos.com)

Hal itu diperburuk oleh meningkatnya jumlah pengangguran. Juga, krisis keuangan dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pengamat Ekonomi, Syaifudin Zuhdi menuturkan, akibat dari covid 19 ini cukup menghancurkan perekonomian baik makro atau mikro.

“Konsumen ketakutan keluar rumah, transaksi akan berkurang. Masalahnya bukan karena kebijakan, tapi ada di manusianya. Ada ketakutan masyarakat terhadap dampak dari covid 19 melalui berkunjung ke mall atau kegiatan ekonomi lainnya,” katanya saat dihubungi radarbogor.id Sabtu (31/10/2020).

Ia menuturkan, Dalam situasi yang begitu sulit, baik masyarakat maupun perusahaan harus cepat-cepat mengambil tindakan pencegahan agar keuangan tetap stabil dan bisa bertahan di situasi ekonomi yang tidak stabil.

Dimana krisis ekonomi yang terjadi saat ini bisa memakan waktu lama untuk kembali pulih.

“Krisis berakhir sampai dinyatakan suasana ini dikatakan aman. Baru bisa pulih kembali. Karena contoh kemarin aja mulai dibuka ada semacam psbb saja, dampaknya cukup tinggi. Dikendorkan psbbnya, masyarakat juga belum bisa dikendorkan psbb karena kekhawatiran masyarakat yang terpenting,” katanya kepada radarbogor.id Sabtu (31/10/2020).

ilustrasi usaha berbisnis (Dok. JawaPos.com)

Menurut dia, krisis ekonomi di tengah pandemi tentu saja tidak bisa terelakkan, mengingat sejumlah negara maju bahkan telah lebih dahulu mengalaminya.

Dalam kondisi tersebut, pengusaha tidak punya pilihan selain mengambil langkah bertahan, seperti efisiensi biaya operasional, termasuk sumber daya manusia yang mengakibatkan pengurangan karyawan.

“Efisiensi, kemudian mengurangi berbagai pengeluaran-pengeluaran yang mungkin tadinya ada dalam jangka menengah-panjang, akan direvisi,” paparnya.

Ia memaparkan cara untuk bertahan, khususnya UKM di Bogor harus memaksimalkan sistem online.

“Harusnya para UKM bisa melakukan penjualan secara online. Masyarakat masih yakin itu aman. Jadi UKM melek teknologi, promosikan lewat media sosial,” saranya.

Sedangkan bagi pemerintah, baik kota Bogor maupun kabupaten Bogor perlu membuat kebijakan atau terobosan perihal memaksimalkan penjualan melalui sistem online.

ilustrasi usaha berbisnis (Dok. JawaPos.com)

“Perlu ada pemberdayaan dari pemerintah memberikan pelatihan promosi lewat online. Untuk menyelamatkan UKM, melatih pelaku menjual lewat online supaya bisa bertahan,”tukasnya. (all)