BOGOR-RADAR BOGOR, Komunitas otomotif Mercy aktif lagi setelah vakum selama lima tahun.
Mereka mulai meramu kegiatan demi kembali mempersatukan ratusan anggota yang ada di Kota Bogor. Salah satu kegiatan terbaru, yakni saat mereka berkumpul di Dbozz Cafe beberapa waktu lalu.
Penanggung Jawab, Aldi mengakui vakumnya komunitas selama lima tahun belakangan dipengaruhi oleh kesibukan para pengurus.
Mereka juga sempat keteteran menyusun kegiatan-kegiatan karena peralihan pengurus yang lama. Oleh karena itu, di tangan para pengurus muda, kegiatan-kegiatan Mercedes Benz Club (MBClub) Bogor berusaha dibangkitkan kembali.
Kegiatan pertama mereka digelar pada bulan Agustus silam. Itu sekaligus memperingati HUT ke-23 Komunitas Mercy. Para pecinta mobil Mercedes-Benz itu kembali muncul satu per satu dan mengukuhkan ikatan yang sempat hilang itu.
Gathering itu pun dilanjutkan dengan agenda-agenda touring bersama hingga kegiatan bakti sosial dalam menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam.
“Kita juga sempat melakukan kegiatan bakti sosial (baksos) menyalurkan bantuan ke Sukabumi, beberapa waktu lalu. Jadi, kita sekaligus mau menunjukkan bahwa komunitas kmini sudah kembali hidup. Jadi, siapa saja anggotanya yang dulu ada, bisa kembali kontak kita untuk sama-sama berkumpul lagi,” terang Aldi saat dikonfirmasi Radar Bogor, Kamis (29/10/2020).
Ia mengatakan, banyak elemen yang tergabung dalam komunitas otomotif tersebut. Sekira 300 orang di Bogor pernah tercatat sebagai anggota komunitas itu.
Mereka berasal dari berbagai kalangan dan profesi. Mulai dari pengusaha, karyawan, ASN, hingga mahasiswa. Mereka tak pernah membatasi siapa pun yang ingin berkontribusi di dalamnya. Lantaran hanya perlu memiliki kendaraan tipe Mercedes – Benz. Tak peduli urusan klasik ataupun modern.
“Tapi yang aktif mungkin cuma 50-an saja. Kita juga baru aktif kembali, makanya belum ada kegiatan-kegiatan yang mencolok. Untuk kepengurusan juga masih belum tertata dengan baik. Cuman untuk kegiatan sosial sudah berjalan, gathering berjalan, touring juga jalan,” tambahnya.
Aldi pun berharap, kegiatan-kegiatan mereka di tengah pandemi ini bisa menjalin silaturahmi yang telah lama hilang dengan anggota lainnya.
Mereka tentu harus menyiapkan kegiatan lainnya agar komunitas Mercy bisa tetap hidup. Apalagi, komunitas itu telah malang-melintang sejak tahun 1997.
“Rencananya bulan depan kita juga akan ada touring ke Anyer (Pantai Anyar). Mudah-mudahan pandemi cepat selesai, sehingga kita bisa membuat lebih banyak agenda lagi,” pungkasnya. (mam/c)