CISARUA-RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tak ingin lengah dalam menekan antisipasi persebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor, saat libur panjang cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad.
Selain menempatkan petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor untuk mengatur kepadatan kendaraan yang hendak menuju ke Puncak, Pemkab Bogor juga harus mengantisipasi persebaran Covid-19.
Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mendapat bantuan 2.000 alat rapid test (tes cepat) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk digunakan selama libur panjang.
Kali ini, pemeriksaan pun disebar dengan target objek pemeriksaan dipilih secara acak.
Pada awalnya, Pemkab Bogor hanya menyiapkan 1.000 unit alat rapid test. Namun, pada Rabu (28/10) malam, Pemprov Jabar mengirimkan bantuan 2.000 alat rapid tambahan kepada Pemkab Bogor, sehingga total alat rapid yang disiapkan sebanyak 3.000.
“Hari ini agak berbeda, ada rapid test oleh Dinkes untuk mencegah Covid-19 di Puncak,” ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, Kamis (29/10/2020).
Pemeriksaan rapid test dilakukan di beberapa titik seperti di Simpang Gadog, Kecamatan Ciawi, Kecamatan Megamendung, dan di Telaga Warna Puncak, termasuk objek wisata.
“Diharapkan rapid test ini masyarakat akan lebih terdeteksi,” ucapnya.
Agus-sapaanya mengatakan jika ada wisatawan yang kedapatan reaktif usai melakukan pemeriksaan rapid test, maka yang bersangkutan harus menjalani swab test.
Kemudian, jika negative maka harus memutar balik dan kembali ke rumahnya. Sedangkan jika kedapatan hasil pemeriksaan swab test positif maka wajib diisolasi.
“Belum ada yang reaktif. Akan dilanjut lagi. Diharapkan bahwa kalau misalkan ada yang reaktif akan swab dulu, dan jika positif akan diisolasi,” katanya.
Agus mengatakan, selama libur panjang ini petugas yang disiagakan di titik tersebut akan mengarahkan wisatawan untuk rapid test, khususnya wisatawan yang berasal dari luar Bogor.
Pemkab Bogor memang melibatkan Satgas Covid-19 untuk mengantisipasi libur panjang kali ini, selain dibantu Satpol PP, TNI, dan Polri sebagai penegak hukum dan pendisiplinan masyarakat.
Tak hanya di kawasan Puncak, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor juga menyebar di objek wisata di 40 kecamatan untuk memastikan protokol kesehatan tetap dijalankan.
“Jadi yang kita rapid ini mereka yang menuju ke Puncak tidak pakai protokol kesehatan kita rapid tapi random. Hari ini dilihat ada peningkatan kepadatan pengunjung,” katanya.
Agus mengimbau demi keamanan dan kenyamanan saat libur panjang kali ini, dan jika memang ada rencana liburan lebih baik ditunda dulu.(ded)