Pernah dikejar Satpol PP, Bunga Akrilik Ini Sukses

Mariana Tobing, pengrajin bunga akrilik.

BOGOR-RADAR BOGOR, Bunga akrilik saat ini banyak diminati karna lebih awet, Imelda Mariana Tobing adalah salah satu pengrajin akrilik yang sudah bergelut dengan kerjaninan ini selama 5 tahun.

Awal mula ia membuat kerajinan bunga akrilik ini ia pernah mengajar senibudaya di salah satu sekolah dasar, dan memutuskan untuk menjadi pengerajin.

Wanita yang memang menyukai seni ini memilih bahan dasar akrilik karena paling mudah dalam perawatan.

Kerajinan yang dibuat secara handmade ini dibuat dalam sehari bisa mencapai 3 buah tangkai bunga. Sedangkan untuk satu pot penuh ia membutuhkan waktu 1 minggu.

“Tangan suka luka ketika buat ini, harus sabar dan hati-hati. Karena pembuatan harus mirip seperti aslinya” sautnya.

Harga kerajinan ini dibrandol mulai Rp. 5-350 ribu. Dengan jenis bunga yang berbeda. Ada yang pertangkai hingga sudah lengkap dengan pot.

Mariana Tobing, pengrajin bunga akrilik.

Untuk pemasaran sendiri ia sering mengikuti pameran-pameran, produk yang sudah sampai Batam, Pontianak, Malang, Bali dan Jogja. Untuk produk terlaris taun ini adalah bentuk bunga tulip.

Ia mengungkapkan bahwa kesulitan selama produksi adalah menyatukan rangkaian bunga menjadi satu tangkai bunga utuh.

Meski tangan sering terluka dalam proses pembuatan kerajinan bunga akrilik ini ia tak pernah mengeluh karena selain menjadi hobi kini menjadikan peluang usaha untuk membantu perekonomian keluarganya.

Untuk bahan ia dapatkan dari ASEMKA. Usaha yang ia rintis dengan modal awal Rp 250 ribu ini, Ia tak pernah targetkan untung.

“Saya pernah jual disekitaran tugu kujang, lalu dikerjal Satpol PP. Tapi saya tidak menyerah saya cari jalan lain” tegasnya.

Sampai saat ini Imelda tidak berani untuk menjual online di marketplace karna produk yang dibuat rentan rusak jika dikirim jarak jauh dan ekspedisi pengiriman tidak ada yang menerima produk akrilik tersebut.

Mariana Tobing, pengrajin bunga akrilik.

Rencana kedepan Imelda ingin membuat foto booth pernikahan yang terbuat dari akrilik. “Sekarang ini sudah banyak yang menanyakan untuk souvenir pernikahan” ujarnya

Selama 5 tahun imelda mengerjakan kerajinan dari daur ulang sampah dan akrilik namun yang terdaftar di dinas koperasi hanya akrilik karna untuk daur ulang sampah peminatnya hanya sedikit. (Mg1,Mg2,Mg3)