BOGOR – RADAR BOGOR, Hingga saat ini, skema pembiayaan bakal rencana pemanfaatan hotel untuk isolasi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Bogor belum menemui hasil.
Padahal, usulan yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sudah dianggap matang.
Ditambah pengecekan kelayakan dan kesiapan hotel sudah dianggap mumpuni. Namun, soal pembiayaan belum juga menemui kata kesepakatan.
Diketahui, Pemkot hari ini juga bertolak ke Bandung untuk merapatkan hal itu kembali dengan BPKP Provinsi Jawa Barat.
“Masih belum ketemu metode pembayarannya. Misalnya, yang diperbolehkan dibayar itu kamar yang dipakai saja. Nah hotel kan gak bisa jual kamar yang lain, karena masyarakat nanti tahunya hotel Covid-19,” beber Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim pada radarbogor.id, Senin (26/10/2020).
Hal itu pula yang menyebabkan, Pemkot belum berani merilis nama hotel yang diusulkan bakal pasien OTG tersebut.
Kalaupun jadi salah satu hotel digunakan menjadi tempat isolasi OTG, Dedie menganggap hal itu bukan sesuatu yang mubazir.
Karena hanya kamar yang dipakai untuk isolasi, yang akan dibayar. Meskipun hotel akan dibayar secara menyeluruh satu bangunan.
“Tapi buat hotel yang berat nantinya. Saya sih gak masalah (kalau tidak jadi), karena masih ada PPSDM BNN di Lido. Masih cukup juga kapasitasnya,” tukasnya.
“Di Lido kapasitasnya 122 tempat tidur, namun kita maksimalkan di 80 tempat tidur. Rata – rata sekarang terisi 30 sampai 40 tempat tidur,” pungkasnya. (dka)