CIBINONG-RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengantisipasi molornya pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun 2021.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin telah meminta seluruh jajaranya agar tidak mengambil cuti hingga akhir tahun 2020.
Untuk diketahui, tanggal 28 dan 30 Oktober 2020 telah ditetapkan sebagai cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sesuai Surat Keputusan Presiden nomor 17 tahun 2020.
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini jatuh pada 29 Oktober. Sementara tanggal 31 Oktober dan 1 November 2020 jatuh pada hari Sabtu dan Ahad yang merupakan libur akhir pekan.
Burhanudin mengatakan, hari kerja efektif hingga akhir tahun relatif sangat sempit, karena itu dirinya membuat kebijakan agar jajaranya tidak menggunakan hak cutinya, karena kaitan dengan jalannya pemerintahan dan pelayanan pemerintahan di Kabupaten Bogor.
“Kalau dikurai Sabtu dan Minggi, termasuk libur panjang November dan Desember, efektof hari kerja iti hanya 30 hari, sudah saya hitung,” katanya.
Pekan ini juga dirinya akan melakukan evaluasi dengan sejumlah assistennya, setelah itu dilanjutkan dengan SKPD yang memiliki kegiatan besar.
“Kami akan evaluasi setiap minggu, penyerapanya bagaimana, ada beberapa SKPD juga saya tidak izinkan curi,” katanya. Hal itu dilakukan, agar kegiatan fisik pada tahun 2020 dapat berjalan sesuai dengan perencanaan.
Selain itu, Burhan-sapaanya, APBD 2021 masih fokus pada penanganan Covid-19, khususnya terkait program penanganan pemulihan ekonomi (PEN).
Jika pada saat pandemi pemerintah memberikan bantuan kepada warga terdampak, tahun depan Pemkab Bogor akan fokus pada pemulihanya. Sasaranya, warga yang dilatih menjadi pelaku UMKM mandiri.
“Misalkan yang melatih Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Dinas Kopereasi memberikan modal, dan harus ada untuk penjualanya, semua terintegrasi,” kata dia.
Contoh lainnya, kata dia, melatih warga untuk bertani dari mulai dibantu bibit hingga sarananya, termasuk setelah panen pemerintah harus membantu penjualanya.
“Misal satu desa satu warga berarti ada 437 desa yang dilatih, itu pemulihan ekonomi, dan tiga bulan yang akan datang punya uang, tinggal pemasarana dinas yang bertanggung jawab siapa,” ucapnya.
Saat ini toko waralaba juga sudah mengakomodir produk UMKM termasuk beras Carita Sukamakmur. “Kita imbau mereka harus beli produk Bogor,” tukasnya.(ded)