BOGOR-RADAR BOGOR, Salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah Indonesia menyelesaikan pandemi Covid-19 adalah dengan vaksinasi.
Sinovac Jadi Kandidat Kuat Vaksin Covid-19 di Kota Bogor
Ya, pemberian vaksin besar-besaran akan dilakukan pada masyarakat November mendatang. Saat ini persiapan vaksinasi tengah dilakukan pemerintah mulai dari pengadaan, distribusi, sampai implementasi vaksinasi.
Termasuk di Kota Bogor. Kurang lebih 20 % dari jumlah penduduk Kota Bogor akan mendapatkan vaksin Covid-19 tahap pertama. 25 puskesmas pun disiapkan untuk melaksanakan vaksinasi.
Lalu, bagaimana tanggapan warga Bogor soal vaksinasi Covid-19 ini?
Dari beberapa warga kota Bogor yang ditemui radarbogor.id Kamis (22/10/2020) sebagian masih ragu dan was-was jalani imunisasi Covid-19 tersebut.
“Mau sih dapat vaksin covid. Tapi masih ragu. Ada rasa takut juga,” ujar Leni (36) seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Tanah Sareal, saat ditemui radarbogor.id di GOR Pajajaran Kamis (22/10/2020).
Ia mengaku, sejauh ini belum begitu paham soal vaksin Covid-19. Belum ada pemberitahuan atau sosialisasi terkait vaksin Covid-19 di lingkungan tempat tinggalnya.
“Gak tau juga kalau bakal ada vaksin Covid-19,” tutur emak-emak megenakan hijab merah itu.
Hal senada dikakatakan Susanti Fitriyani (29) warga Kota Bogor lainnya. Ditemui di GOR Pajajaran Kota Bogor, ibu muda yang bekerja sebagai sales makanan itu juga mengaku was-was.
Ia mengaku sedikit takut dan khawatir. Hal itu lantaran pemahaman vaksin Covid-19 yang minim.
“Saya tahunya cuman Covid-19 aja. Kalau soal vaksin gak begitu tahu. Kalau ada vaksin saya mending nunggu yang tahap berikutnya aja. Lihat yang duluan divaksin. Sekarang saya di rapid test aja takut,” kata ibu muda beranak satu itu kepada radarbogor.id Kamis (22/10/2020).
Namun, tidak bagi Herlan (32) warga perumahan Cimanggu Permai, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Pria yang bekerja sebagai penjaga kos-kosan itu justru ingin menjadi bagian dari pemnerima vaksin Covid-19. “Kalau ada, saya mau dapat vaksin Covid-19,” katanya kepada radarbogor.id Kamis (22/10/2020).
Herlan mengaku, meski ada rasa was-was, setidaknya ia sudah berusaha. “Kalau sudah dapat vaksin kan jauh lebih tenang. Sekarang kalau mau keluar juga masih takut tertular,” akunya.
Sementara itu Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, Pemerintah Pusat kan menyiapkan dua jenis vaksin.
“Yang pertama ditujukan bagi prioritas diatas dari sumber Bio Farma dan perusahaan dunia penyedia vaksin. Serta yang bisa dibeli melalui proses pengadaan yang difasilitasi Kementerian BUMN,” tukasnya. (all)