CIBINONG-RADAR BOGOR, Bupati Bogor, Ade Yasin menerima kedatangan tamu dari perkumpulan pegiat sektor kreatif yang didominasi anak muda di Kantor Bupati Bogor.
Dalam penyambutannya, Ade Yasin menilai apa yang sudah dilakukan perkumpulan pegiat sektor kreatif merupakan hal yang luar biasa meski berada di tengah keterbatasan.
Meskipun Kabupaten Bogor belum memiliki ruang kreatif, pegiat kreatif telah berkarya dan terhubung dengan baik.
“Saya rasa pegiat ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor itu sangat banyak sekali. Data di Dinas UMKM pun sangat banyak apalagi kita punya pegiat dari hulu hingga ke hilir, namun kita belum punya forum yang mewadahi,” kata Ade Yasin.
Melihat paparan perkumpulan pegiat sektor kreatif, Ade Yasin mengapresiasi langkah yang dilakukan dari mulai pendataan dan berjejaring hingga taraf nasional.
“Mereka ini anak-anak muda yang harus kita bina karena masa depan Kabupaten Bogor di tangan mereka,” ujarnya.
Ade mengungkapkan, dengan adanya keberadaan pegiat sektor kreatif perlu ada forum yang saling mengisi dan perlu duduk bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan dinas-dinas terkait. “Jadi, kita harus segera bergerak,” tambah Ade Yasin.
Sementara itu, Founder Bogor Ngariung Robby Firliandoko yang mendapatkan amanah untuk mengembangkan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bogor dari Komite Kreasi Jawa Barat, menyampaikan pegiat sektor kreatif sebenarnya sudah dimulai sejak ia mendapatkan kesempatan belajar mengenai Creative Hub Singapura.
“Potensi Ekraf Kabupaten Bogor ini sangat luar biasa, bahkan ada beberapa produk dan artisan yang sudah dikenal di tingkat nasional namun belum saling mengenal, sehingga perlu adanya forum yang mewadahi dan menjadi ruang bersama agar bisa maju bersama,” kata Robby.
Ditempat yang sama, Ketua Divisi Seni Noirlab Cileungsi Yoga merasa pertemuan dengan Bupati Bogor adalah buah dari apa yang telah dilakulan pegiat ekonomi kreatif di Kecamatan Cileungsi.
“Sudah hampir tiga tahun ini kami berkegiatan di Cileungsi. Dari mulai riset, acara musik, seni bahkan pendataan UMKM yang memberikan penilaian berbeda dari Cileungsi yang dikenal sebagai daerah industri,” tukasnya. (ded)