Beranda Bogor Raya Ratusan Anggota DPRD DKI Jakarta Rapat di Puncak, Bupati Bogor: Belum Ada...

Ratusan Anggota DPRD DKI Jakarta Rapat di Puncak, Bupati Bogor: Belum Ada Izin

Bupati Bogor, Ade Yasin
Bupati Bogor, Ade Yasin.

CIBINONG–RADAR BOGOR, Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa dia sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, tak menerima laporan rencana rapat DPRD DKI Jakarta yang melibatkan 800 peserta di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

”Belum ada laporan, belum ada izin juga, kalau 800 orang berarti jumlahnya besar banget. Setiap acara, apalagi pertemuan besar di Kabupaten Bogor tentunya harus ada izin atau rekomendasi dari Satgas Covid-19,” ungkap Ade Yasin seperti dilansir dari Antara, Kamis (22/10/2020).

Dia menyebutkan, setiap acara atau pun rapat di Kabupaten Bogor jumlah pesertanya dibatasi. Yakni maksimal 150 orang dengan durasi maksimal tiga jam. Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati (Kepbup) Nomor 443/458/Kpts/Per-UU/2020.

radarbogor universitas terbuka

”Kenapa 150 orang, karena kami meminimalisir ketika ada kejadian di satu tempat terkena Covid ini untuk memudahkan tracking,” terang Ade Yasin.

Tak hanya acara rapat ataupun seminar, aturan tersebut juga berlaku untuk resepsi pernikahan dan khitanan. Aturan tersebut diberlakukan Pemerintah Kabupaten Bogor sejak 12 Oktober 2020 hingga 27 Oktober 2020.

”Dari manapun datangnya tamu, tapi kalau acaranya di Kabupaten Bogor, itu syaratnya adalah rekomendasi Satgas Covid-19. Kenapa harus ada rekomendasi? Karena kita sedang memerangi Covid,” ujar Ade Yasin.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPRD DKI Jakarta Hadameon Aritonang menyebutkan, sebanyak 104 anggota DPRD dan seluruh satuan perangkat kerja daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjumlah sekitar 800 orang akan menghadiri rapat kerja anggaran di Puncak, Bogor, Jawa Barat, saat pandemi Covid-19. Dia menyatakan hal itu saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (21/10).

bozzfoods

Rapat tersebut diikuti seluruh anggota dewan berjumlah 104 orang dan seluruh SKPD DKI Jakarta. ”Rapat diikuti 104 anggota dewan, karena ada dua yang meninggal dunia. Kemudian ada dari seluruh SKPD,” kata Hadameon.(jpc)