BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah kota (pemkot) Bogor bakal menggenjot pertanian kota atau urban farming untuk menjaga ketahanan pangan.
Sasarannya, wilayah pemukiman dengan lahan-lahan sempit namun potensial.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Anas Rasmana.
Ia mengakui, potensi pertanian secara konvensional di wilayah perkotaan memang sangat terbatas. Mengingat lahan-lahan produktif semakin berkurang tiap tahunnya.
“Jadi, kita maksimalkan urban farming itu tidak hanya menyasar sisi ketahanan pangannya saja. Konsepnya ke depan bisa menjadi alternatif warga untuk menghasilkan pendapatan juga,” paparnya kepada radarbogor.id.
Ia mengungkapkan, penerapan urban farming itu salah satunya dengan menggenjot hidroponik atau taman-taman vertikal. Sayur-sayuran segar bisa dihasilkan hanya dalam waktu 25 hari.
Hidroponik semakin lazim dan banyak dimanfaatkan masyarakat. Bahkan, beberapa kelurahan di Kota Bogor sudah lebih dulu menerapkan hidroponik itu secara terpadu dengan sekaligus membangun green house.
Mereka juga memadukannya dengan sistem ternak lela dengan aquaponik.
“Untuk mendukung itu, kita juga akan menyiapkan alat-alat dan fasilitas pendukungnya untuk masyarakat. Termasuk, bantuan-bantuan alsintan (alat mesin pertanian) dari luar akan diupayakan dalam bentuk alat hidroponik itu,” pungkasnya. (mam)