CISARUA – RADAR BOGOR, Pemerintah Desa (Pemdes) Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor memastikan toko penjual obat penenang yang belakangan marak di wilayahnya telah ditutup, Sabtu (17/10/2020).
Waspada! Ada Penjual Obat Terlarang di Tugu Selatan, Pemdes Diminta Bertindak
“Sudah kami tutup. Dan si penjual juga sudah tidak ada di sana,” kata Kepala Desa Tugu Selatan Eko Windiana kepada Radar Bogor, akhir pekan kemarin (17/10/2020).
Dia menyebut, hasil pemantauan pihaknya selama kurang-lebih tiga hari, terbukti bahwa sebuah warung kelontong di pinggir Jalan Raya Puncak Cisarua dijadikan sebagai modus penjualan obat penenang.
“Betul. Sekarang sudah kami usir dan kami tutup warungnya,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah Kapolsek Cisarua, Kompol Yayan Sopyan belum mendapatkan informasi kepastian terkait adanya perbedaan obat penenang di wilayah Cisarua. “Belum dapat info,” singkatnya.
Sebelumnya, seorang warga Desa Caringin, Kecamatan Caringin, berinisial IW tiba-tiba saja mendatangi kantor Pemdes Tugu Selatan.
Kedatangannta untuk mengutarakan adanya seorang warga yang menjual obat-obatan terlarang di sekitar sekolah di wilayah Tugu Selatan, Cisarua, Selasa (13/10/2020).
Ia meminta pihak pemdes agar segera menindaklanjuti keberadaan si penjual obat penenang itu agar tidak terlalu lama merusak generasi muda di wilayah tersebut.
Pasalnya, dia mengaku, mengenal sosok penjual obat-obatan terlarang jenis Trihex, Eximer, hingga Tramadol itu. Lantaran sebelumnya sempat berjualan di sekitar wilayah Caringin.
Warga Caringin langsung menindaklanjutinya dengan mengusir si penjual obat tersebut.
“Nah sekarang malah jualan di Tugu Selatan. Jadi saya berbagi informasi agar tidak terlalu lama di wilayah ini. Bisa merusak karena obatan jenis itu berbahaya,” pungkasnya. (reg)