BOGOR – RADAR BOGOR, Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Eddy Soeparno mendonasikan alat kesehatan (alkes) berupa dua unit ventilator dan 5.000 masker medis untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, dalam hal ini untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.
Penyerahan bantuan alkes ke RSUD Kota Bogor itu ikut disaksikan oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim di Posko Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor, di Jalan Raya Pajajaran, Kamis (8/10/2020). Bantuan itu kemudian akan segera dimanfaatkan RSUD untuk penanganan pasien Covid-19.
Hal itu dikatakan Eddy usai penyerahan bantuan berlansung. Dari dua ventilator yang disumbangkan, satu unit di antaranya bisa dipergunakan secara mobile.
Artinya, satu unit ventilator itu bisa diangkat dan dibawa – bawa jika dalam kondisi yang darurat. Semisal dibawa untuk operasional didalam ambulans.
“Dan ini adalah sepenuhnya teknologi anak bangsa, dan di bawah koordinasi dari BPPT. Jadi betul – betul produk dalam negeri yang kita serahkan hari ini,” kata Eddy.
Disamping itu, Eddy yang juga anggota legislatif dari Kota Bogor itu mengatakan, pihaknya juga menyerahkan sebanyak 5000 masker untuk dipergunakan juga oleh RSUD Kota Bogor. Menurut Eddy, hal ini adalah bagian dari program sebagai anggota DPR RI.
“Saya berharap bahwa apa yang kami serahkan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan bisa meringankan beban dari saudara – saudara kita yang saat ini memang terpapar Covid-19 dan membutuhkan ventilator serta masker ini,” harapnya.
Ventilator, menurut Eddy, adalah salah satu alkes yang memang saat ini dibutuhkan. Apalagi seperti yang diketahui ventilator merupakan alat bantu pernafasan, dimana Covid-19 menyerang pada organ itu. Sehingga ventilator sangat bermanfaat bagi penanganan pasien covid.
“RS itu kekurangan sekali. Bahkan di Kota Bogor kekurangan sekali, dan RSUD Kota Bogor berharap bahwa ada tambahan bantuan jika memang bisa dimungkinkan,” tambahnya.
Secara nasional, masih kata Eddy, setiap anggota DPR-RI, yang saat ini berada di Komisi VII melakukan hal yang sama di setiap dapilnya.
Mengingat BPPT maupun Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) adalah mitra dari Komisi VII. “Semua bantuan ventilator,” tukasnya.
Di waktu yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menginformasikan bahwa jika hingga saat ini ada 6 ribu lebih total kasus mulai dari probable, suspek, hingga yang terkonfirmasi positif. Di mana per kemarin saja, paling tidak ada 408 pasien terkonfirmasi positif dan 60 persennya masih dirawat di rumah sakit.
Dengan kondisi itu tentunya, Pemkot harus bersiap – siap apabila terjadi tingkat kedaruratan yang tinggi. Bahkan bukan tak mungkin seseorang yang terpapar Covid-19 mengalami gagal pernafasan.
“Dengan bantuan ini tentu diharapkan bisa mengurangi beban kerja dari tenaga kesehatan di RSUD yang selama ini memang harus selektif untuk siapa – siapa saja yang mendapatkan jatah menggunakan ventilator,” kata Dedie.
Di sisi lain, dengan penambahan jumlah ventilator yang lebih memadai, Dedie yakin permasalahan – permasalahan untuk menyaring atau menentukan siapa yang bisa mendapat bantuam alat pernafasan itu akan semakin terselesaikan.
Satu ventilator, kata Dedie, akan digunakan di ICU RSUD Kota Bogor. Dimana nanti ICU disana akan diprioritaskan sebagai ICU khusus penanganan covid.
Di RSUD ada pula beberapa ventilator yang sudah dimiliki. Hanya saja digunakan untum penanganan medis hang lain, tak hanya pasien covid.
“Tetapi bantuan ini akan kita fokuskan untuk penanganan masalah Covid dan ada 5.000 masker medis Alhamdulillah nanti kita bisa langsung distribusikan untuk tenaga medis yang ada di rumah sakit,” tutup Dedie. (dka/c)