25 radar bogor

Yusfitriadi : Walikota Benar-Benar “Tak Punya Akhlak”

Wulan/Radar Bogor SILATURAHMI: Peneliti senior JPPR Yusfitriadi berdiskusi dengan CEO Radar Bogor Group Hazairin Sitepu, kemarin (14/3).
Yusfitriadi
Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Yusfitriadi

BOGOR – RADAR BOGOR, Walikota Bogor, Bima Arya benar- benar tak bisa menahan diri. Di tengah Kota Bogor bestatus zona merah dalam peta penyebaran covid-19 dan semua orang sedang gencar-gencarnya percepatan penanganan penyebaran covod-19, terutama kampanye penggunaan masker, walikota bogor asik  dangdutan.

Hal itu, bisa dilihat dari video yang beredar, selain dia sangat menikmati dangdutan tersebut, dia sendiri tidak menggunakan masker, pengunjung pun banyak yang tidak menggunakan masker benar-benar “tak ada akhlak”.

Bukannya menjadi contoh untuk mengoptimalkan pemutusan mata rantai pemutusan covid-19, malah menjadi contoh yang tidak baik bagi masyarakat.

Saya berharap kepads aparat penegak hukum tidak hanya menegakan peraturan kepada masyarakat, termasuk yang tidak menggunakan masker.

Saya meminta penegakan peraturan dalam kasus bima ini juga di tegakan, supaya masyarakat percaya bahwa tidak ada siapapun yang kebal hukum termasuk walikota Bogor.

Saya bener-bener tak memahami apa yang ada di benak walikota bogor, tidak bisa menahan diri untuk  membuat acara yang berpotensi menyebarkan covid-19 ini.

Saya memandang bima harus mempertanggungjawabkan perbuatanya itu, agar masyarakat mendapatkan informasi langsung dari walikota bogor tersebut.

Gimana bisa, aparaturnya sedang sibuk merazia masyarakat yang tidak menggunakan masker, di sisi lain walikotanya asik-asik bernyanyi tanpa masker, di hadapan masyarakat yang juga banyak tidak menggubakan masker. (*)

 

Yusfitriadi

Direktur DEEP