Seleksi Ketat PKL Rest Area Puncak, Harus KTP dan Domisili Cisarua

Suasana rest area Gunung Mas Puncak.

CISARUA – RADAR BOGOR, Pemkab Bogor belum lama ini menyatakan proyek pembangunan ratusan kios di Rest Area Gunung Mas Puncak,dipastikan akan selesai tepat waktu.

Pemkab juga memastikan pedagang yang akan mengisi 516 kios tersebut adalah warga yang berdomisili sekitar Cisarua.

Pemerintah wilayah setempat mengakui bahwa sebagian besar PKL yang berada di Jalur Puncak bukanlah warga asli Kabupaten Bogor.

“Ya, sebetulnya pedagang di Jalur Puncak itu gak semua domisili di Cisarua, yang punya area orang sekitar tapi disewakan ke orang luar,” kata Kepala Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Eko Windiana kepada Radar Bogor, akhir pekan lalu.

Dia menuturkan, sebelumnya pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan. Hasilnya, lanjut dia, setelah pembangunan selesai maka ratusan kios akan diprioritaskan untuk warga berdomisili Cisarua.

Untuk memastikannya, dia mengaku, saat ini pihaknya telah melakukan proses pengecekan identitas warga atau PKL.

Suasana rest area Gunung Mas Puncak.

“Sudah kami mulai pengecekannya mulai dari yang terdampak penggusuran dan lainnya. Kami akan mengajukan dari desa untuk memfasilitasi warga sekitar agar dapat berjualan di sana,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Cisarua Deni Humaedi menyatakan siap melaksanakan tugas pendataan dan survey para calon PKL yang akan mendapatkan kios di Rest Area Gunung Mas Puncak.

“Kami akan pastikan bahwa PKL tersebut bukan hanya ber-KTP Cisarua, tetapi memang rumahnya di Cisarua. Apabila kami menemukan PKL ber-KTP Cisarua tetapi tinggalnya di Kabupaten Cianjur atau non-Kabupaten Bogor lainnya maka akan kami coret dari daftar PKL yang akan mendapatkan kios,” ujarnya.

Proses yang dipilih ini, sambungnya, bukan berarti sebagai kebijakan menolak pendatang yang ingin usaha di sekitar Puncak melainkan, ada jalan untuk memperkecil 300.000 jumlah pengangguran di kabupaten.

“Kami bukan anti-pendatang, tetapi ini juga karena jumlahnya kiosnya terbatas sementara peminatnya banyak, selain itu sesuai rencana setiap seorang PKL akan mendapatkan 1 buah kios,” tukasnya. (reg)