Dapat Bantuan Rp51 Miliar, Ini yang Akan Dilakukan RSUD Kota Bogor

Suasana simulasi pasien suspect corona di RSUD Kota Bogor. Sofyansyah/Radar Bogor.

BOGOR – RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat kucuran anggaran bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Salah satunya untuk peningkatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor senilai Rp51 miliar.

Uang sebanyak itu, kata Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr Ilham Chaidir akan digunakan untuk peningkatan pelayanan Covid-19. Sedangkan untuk alat – alat kesehatan, Ilham mengaku RSUD Kota Bogor sudah memiliki alat yang cukup lengkap.

Mulai dari alat bedah, radiologi, USG, hingga alat untuk operasi mata. Dilakukannya peningkatan untuk penanganan Covid-19 ini bukan tanpa alasan.

Ilham mengungkapkan bahwa RSUD Kota Bogor, akan dijadikan sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19 di tingkat regional Jawa Barat.

“Kita kan mau jadi rujukan regional dan rumah sakit pendidikan, jadi apa yang menjadi pendukung visi itu kita utamakan. Untuk pencairannya sendiri, nanti tahun depan,” ungkapnya.

Suasana simulasi pasien suspect corona di RSUD Kota Bogor. Sofyansyah/Radar Bogor.

Diangkatnya RSUD Kota Bogor sebagai RS rujukan regional Jawa Barat, sambung Ilham, dikarenakan penanganan Covid-19 di RSUD Kota Bogor saat ini bisa dikategorikan sebagai yang terbaik.

Hal itu terlihat dari jumlah kamar isolasi yang disediakan sebanyak 130 kasur. Lalu keberadaan ruang ICU ditambah empat ruangan sejak awal tahun, sehingga saat ini berjumlah enam ruangan.

“Alhamdulillah untuk fasilitas, kita termasuk yang terlengkap, kita transformasi baru enam bulan tapi penambahan ruang ICU cukup signifikan. Awalnya kita punya dua. dalam waktu singkat ada penambahan empat, sekarang jadi enam. Kemudian nanti akan tambah lagi dua jadi delapan,” jelasnya.

Kendati demikian, Ilham mengaku pihaknya masih mengalami beberapa kendala. Di antaranya adalah keterbatasan tenaga kesehatan yang ada di RSUD Kota Bogor.

Meski RSUD Kota Bogor memiliki 130 kasur, Ilham mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan yang ada di RSUD hanya mampu menangani 94 pasien.

“Dalam penanganan pasien kita itu urutan tiga besar di Jabar, tapi tenaga kita sanggup 94 kamar saja maksimal. Makanya 2-3 minggu lalu itu kewalahan, bahkan sempat menyedot nakes dari pelayanan lain,” ungkapnya.

Suasana simulasi pasien suspect corona di RSUD Kota Bogor. Sofyansyah/Radar Bogor.

Lebih lanjut, Ilham mengaku sebenarnya enggan mengganggu fasilitas kesehatan lain hanya untuk menanggulangi Covid-19. Sebab menurutnya hak pasien non Covid-19 dan Covid-19 itu sama.

“Saya ingin semua ini seimbang dan balance, jadi pelayanan biasa jalan dan penanganan Covid-19 maksimal,” pungkasnya. (dka/c)