Proyek Tol BIRR Bakal Dilanjut, Tembus ke Agus Tailor Tajur Hingga BNR

Sejumlah kendaraan melintasi sambungan Jalur R3 Katulampa yang merupakan proyek Tol BIRR. Sofyansyah/Radar Bogor

BOGOR – RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali memulai proyek Bogor Inner Ring Road (BIRR).

Rencananya, untuk pembangunan BIRR saat ini adalah mematangkan penyerahan aset – aset pengembang. Untuk nantinya dimanfaatkan sebagai jalan utama.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengaku saat ini ada empat pengembang akan menyerahkan aset jalan, yang akan dilintasi proyek BIRR. Empat titik itu kemudian berdiri diatas tiga wilayah kelurahan.

“Di Kelurahan Harjasari, Rancamaya, Mulyaharja Kecamatan Bogor Selatan. Ada empat pengembang yang segera kita kordinasikan. Progres baru mau mulai. Makanya kita koordinasikan dengan BPN dan OPD terkait,” jelas Dedie pada Radar Bogor.

Sekedar diketahui jalur BIRR ini merupakan sambungan dari jalur R3 Katulampa, R3 Wangun, Agus Taylor Tajur hingga ke Bogor Nirwana Residence (BNR).

Namun rencana BIRR yang sudah ada sejak 2012, nyatanya belum bisa direalisasikan sampai saat ini.

Sejumlah kendaraan melintasi sambungan Jalur R3 Katulampa yang merupakan proyek Tol BIRR. Sofyansyah/Radar Bogor

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Hanafi pun mengungkapkan kalau wacana ini akan kembali digulirkan setelah kurang lebih delapan tahun tersendat.

Secara keseluruhan, rencananya proyek BIRR ini akan melintasi tujuh kelurahan yang ada di Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Timur.

“Kita ingin meneruskan dan melanjutkan apa yang sudah dilakukan pemerintah terdahulu, karena sudah diwacanakan dan ternyata tidak ada kelanjutan sampai sekarang. Nah sekarang kita mau mulai lagi untuk pengembangan wilayah Selatan,” bebernya.

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan data dan perjanjian-perjanjian kerjasama yang sempat dibuat pada 2012 silam dengan beberapa pengembang yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan mega proyek ini.

“Jadi ada Kelurahan Sindangsari, Muarasari, Harjasari, Kertamaya, Genteng, Pamoyanan dan Mulyaharja. Ujung keujung ini, dari Selatan ke Timur dan titik keluarnya nanti di sekitaran Agus Taylor lah,” ungkap Hanafi.

Hanafi pun mengklaim bahwa proyek ini mampu meningkatkan pengembangan wilayah Kecamatan Bogor Selatan dan meningkatkan nilai ekonomi bagi warga Kecamatan Bogor Selatan.

“Sekarang kan pengembangan di Selatan sudah mulai menggeliat, jadi adanya BIRR ini bagus. Selain memecah kemacetan, bisa juga meningkatkan nilai ekonomi, nanti juga bisa ada rumah sakit disana,” tutupnya. (dka/c)