BOGOR – RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali dapat angin segar. Kali ini, berupa bantuan sebesar Rp70 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Uang bantuan itu, akan dialokasikan untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan pembangunan Alun – Alun Kota Bogor di kawasan Taman Topi. Bantuan itu diberikan PT SMI melalui skema pinjaman daerah oleh Pemprov Jawa Barat.
“Alhamdulillah Kota Bogor dapat bantuan keuangan dari provinsi untuk pembangunan RSUD sebesar Rp55 miliar di 2020 ini dan untuk Alun-Alun Rp15 miliar di 2021. Untuk RSUD akan dipakai belanja alat kesehatan, bukan pembangunan fisik,” jelas Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor Denny Mulyadi.
Tak hanya Kota Bogor memang, pada kesempatan tersebut Wali Kota Bogor Bima Arya bersama para kepala daerah se-Jawa Barat juga ikut menandatangani program pinjaman daerah tersebut yang dapat menjadi sumber alternatif dukungan pendanaan bagi daerah secara virtual.
Khususnya, bagi daerah-daerah yang memiliki kelayakan dan mengalami dampak Covid-19 agar mampu membiayai berbagai belanja prioritas di daerah.
“Jadi ini program Pemprov untuk memberikan bantuan keuangan ke kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kebetulan Kota Bogor ada beberapa bantuan yang ditunda, karena Covid-19. Tapi bisa dilanjutkan karena Pemprov Jawa Barat sudah menandatangani perjanjian pembiayaan pinjaman dalam rangka pemulihan ekonomi ini,” ungkap Denny.
Sementara itu, dalam arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa kebangkitan dan kolaborasi ini sangat penting sebagai dukungan pemulihan ekonomi di Jawa Barat.
PT SMI tadi sudah memberikan pinjaman untuk 2020, dan kalau tidak ada halangan yang jilid kedua itu akan ditandatangani khusus untuk program pemulihan recovery economy 2021.
Jadi, yang sekarang ditandatangani adalah untuk mengembalikan program-program strategis yang kena refocusing, sehingga banyak program di provinsi maupun 27 kota atau kabupaten yang bantuan keuangannya terputus refocusing.
“Sekarang Insya Allah bisa dikembalikan dan mudah-mudahan bisa dimaksimalkan di sisa waktu tiga bulan ke depan,” ujar Ridwan Kamil.
Ia menjelaskan, ada tiga hal yang harus dirasakan melalui bantuan keuangan ini. “Satu, dari PT SMI ini harus melahirkan lapangan pekerjaan, maka saya titip dimonitoring Bappeda dan Pak Sekda agar pemanfaatan uang ini tidak business as usual, tapi dibikin regulasi. Semakin banyak warga Jawa Barat ikutan dalam proyek infrastruktur, di lapangan pekerjaannya, itu makin baik,” katanya.
Yang kedua, lanjut Kang Emil, sapaannya, tentu ini harus dirasakan pilihan-pilihan yang sudah disepakati, yakni pilihan proyek yang memberikan manfaat luar biasa secara sosial dan ekonomi secara langsung.
Ketiga, tentunya bisa memberikan pemulihan agar belanja pemerintah ini sebagai salah satu yang masih bisa bergerak.
“Karena api investasi mengecil, api ekspor mengecil, api daya beli mengecil, mudah-mudahan belanja pemerintah satu-satunya api yang menjaga nyalanya ekonomi Jawa Barat,” tandas Emil.
Pemprov Jawa Barat mendapatkan pinjaman daerah sebesar Rp5 triliun yang dikucurkan dalam dua termin melalui bank BJB. Termin pertama, akan dicairkan Rp2,5 triliun kepada kota/kabupaten se-Jawa Barat pada tahun ini. Sisanya, dilanjutkan pada 2021. (dka/c)