Hanya Tiga Tahap, Tak Ada Lagi Bansos Beras dari Bupati

Bupati Bogor saat memberikan beras bantuan sosial terdampak Covid-19, beberapa waktu lalu di gudang Bulog, Dramaga.    (Foto : Hendi / Radar bogor)

CIBINONG -RADAR BOGOR, Bantuan sosial (bansos) bupati hanya akan selesai dalam tiga tahap. Tak ada lagi bansos dalam bentuk beras yang disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Bogor, selama pandemi Covid-19.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengakui, kemungkinan tersebut telah diancang-ancang dalam draft Rancangan APBD Perubahan (APBD-P) 2020.

Meski pergeseran anggaran penanganan Covid-19 akan kembali ditambah, namun bansos takkan berlanjut lagi ke tahap berikutnya.

“Kita akan lebih condong kepada bantuan-bantuan seperti di bidang pendidikan, kelompok, atau yang lain. (Bansos) itu dialihkan. Belum ada juga kelihatan (pengalokasian bansos melalui draft Rancangan APBD-P),” ungkap Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor ini.

Menurut Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Kabupaten Bogor, bansos itu juga akan kembali dievaluasi. Apalagi, fokus utama pemkab Bogor untuk saat ini cenderung ke arah pemulihan kesehatan dan ekonomi.

Program-program yang dicanangkan lewat APBD-P juga akan lebih banyak menyasar pemulihan ekonomi, terutama pariwisata.

Bupati Bogor saat memberikan beras bantuan sosial terdampak Covid-19, beberapa waktu lalu di gudang Bulog, Dramaga.    (Foto : Hendi / Radar bogor)

Pemkab menganggap, aktivitas warga sudah bisa kembali seperti biasanya dengan beberapa kelonggaran dalam aturan PSBB.

Oleh karena itu, sudah bisa memenuhi kebutuhannya lewat aktivitas ekonomi. Dengan begitu, pemkab bakal mengalihkan bansos itu untuk stimulan lainnya demi mendongkrak perputaran ekonomi.

“Bansos itu akan kita evaluasi apakah lebih tepat sasaran atau sekadar pencegahan. Kita lebih fokus ke pencegahannya (untuk penanganan Covid-19). Karena sekarang ada kebijakan-kebijakan yang dilonggarkan, maka stimulan langsung ke masyarakat kayaknya sudah mulai dikurangi,” jelasnya.

Penyaluran bansos bupati baru rampung dua tahap. Sementara itu, tahap ketiga baru akan disalurkan pada Oktober mendatang. Targetnya, bansos tahap ketiga itu bisa rampung dalam waktu sebulan.

Bulog telah melakukan evaluasi dan menganggap bahwa tak ada kendala lagi untuk menuntaskan penyaluran tersebut.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Cianjur, Rahmatulah pernah menyebutkan, kontrak kerja sama dengan pemkab Bogor memang untuk penyaluran tiga tahap sebagaimana yang telah diteken sejak awal.

Bupati Bogor saat memberikan beras bantuan sosial terdampak Covid-19, beberapa waktu lalu di gudang Bulog, Dramaga.    (Foto : Hendi / Radar bogor)

Kerja sama itu, untuk penyaluran beras total 18.000 ton ke semua kecamatan. Satu tahap menjangkau hingga 200.000 rumah tangga miskin. Masing-masing menerima beras 30 kilogram.

Meski kerja sama sempat terancam mandek di tahap pertama, namun pemkab tetap melanjutkan bansos dalam bentuk beras itu ke tahap selanjutnya. Hasil evaluasi, membuat Bulog memperbaiki kualitasnya di penyaluran tahap kedua. (mam/c)