Sejumlah Pegawai Pemkab Bogor Positif Covid-19, Tiga Kantor Dinas Ditutup

Para pegawai Dinas PUPR melakukan rapid test, kemarin. HENDI NOVIAN/ RADAR BOGOR

CIBINONG – RADAR BOGOR, Sejumlah perkantoran dan layanan pemerintahan Kabupaten (pemkab) Bogor terpapar Covid-19. Imbasnya, kemarin sejumlah kantor pemerintahan ditutup bersamaan.

Diantaranya, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Masing-masing menutup pelayanannya lantaran ada pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kantor PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor juga ditutup selama tiga hari ke depan. Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan, Hasanudin Tahir menyebutkan, sebanyak tiga pegawainya terpapar wabah virus global itu.

Secara rinci, dua orang bertugas di cabang Cileungsi dan satu orang merupakan pegawai di kantor pusat Tirta Kahuripan.

“Makanya, hari minggu dan Senin (21/9/2020) ini sudah dilakukan penyemprotan disinfektan di kantor pusat, kantor dewan pengawas, UPK, cabang pelayanan Cibinong, kantor pelayanan Sentul, dan cabang pelayanan Cileungsi. Sedangkan cabang pelayanan lainnya segera menyusul,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah penutupan tiga hari itu setelah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten Bogor. Jika ditutup lebih lama, dikhawatirkan pelayanan perusahaan air minum berpelat merah itu terhambat.

Para pegawai Dinas PUPR melakukan rapid test, kemarin. HENDI NOVIAN/ RADAR BOGOR

Hal tersebut juga dinilainya tidak mengganggu pelayanan. Lantaran beberapa cabang masih tetap buka. Meski begitu, alternatif pembayaran dapat dilakukan melalui fasilitas minimarket maupun bank.

“Kita akan lebih meningkatkan kewaspadaan dan memperketat protokol kesehatan di lingkungan PDAM. Tim gugus tugas PDAM juga sedang melakukan rapid test untuk pegawai yang kontak area dan swab test terhadap pegawai yang kontak langsung dengan pegawai positif Covid-19,” tegasnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Soebiantoro mengakui, sebanyak lima pegawainya terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil itu diterimanya, pekan lalu.

Oleh karenanya, ia langsung bertindak cepat dengan menutup kantor Dinas PUPR selama lima hari dan menggelar rapid tes secara masif.

Penutupan itu, kata dia, akan dimaksimalkan dengan penyemprotan disinfektan. Mereka tak ingin virus berbahaya itu juga menjangkiti pegawai yang lain. Apalagi, tim Gugus Tugas juga tengah melakukan tracing terhadap para pegawai yang dinyatakan positif Covid-19.

“Semua pegawai bekerja dari rumah (WFH). Tapi, pekerjaan-pekerjaan itu juga tidak terganggu, termasuk proyek pembangunan jalan, jembatan, irigasi maupun sanitasi tetap normal dikerjakan. Nanti fungsi pengontrolan akan dilakukan setiap UPT di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Para pegawai Dinas PUPR melakukan rapid test, kemarin. HENDI NOVIAN/ RADAR BOGOR

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor mengakui, beberapa pegawai di kantor pemerintahan itu memang terpapar virus.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah menyebutkan, data awal mencatat dua pegawai berasal dari Bappenda serta dua pegawai dari Dinas PUPR.

Oleh karena itu, masing-masing kantor pemerintahan itu segera menggelar pemeriksaan terhadap pegawai lainnya melalui rapid tes. Hanya saja, tambah Syarifah, jumlah itu ditengarai masih bisa bertambah.

Hasil tracing juga menunjukkan bahwa ada pegawai reaktif setelah menjalani rapid test. Mereka harus melanjutkannya dengan swab test untuk memastikan potensi penularan selanjutnya. Hasil itu, sekaligus membuat pemerintah kabupaten (pemkab) Bogor waswas.

“Untuk sementara ini baru tiga (kantor pemerintahan). Untuk kantor yang terpapar Covid-19, sementara disterilkan dan karyawannya WFH. Untuk perkantoran yang lainnya, diperketat pelaksanaan protokol kesehatan plus mengurangi acara-acara yang membuat banyak orang berkumpul (seperti rapat dan semacamnya),” terangnya kepada Radar Bogor, Senin (21/9/2020).

Perempuan yang akrab disapa Ipah ini menuturkan, klaster perkantoran memang sempat menyambangi Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, pegawai di Dinas Kesehatan (Dinkes) dan DPRD Kabupaten Bogor juga pernah tercatat positif Covid-19. Menurutnya, klaster keluarga di Kabupaten Bogor jauh lebih masif dan menjadi ancaman. (mam)