Warga Timur Kabupaten Bogor Butuh Solusi Kemarau

Ilustrasi kekeringan.

JONGGOL-RADAR BOGOR, Pemerintah di Timur Kabupaten Bogor hingga saat ini masih kebingungan. Lantaran, ribuan warga di wilayahnya mengalami kesulitan air bersih.

Bahkan, tak jarang warga yang terdampak dari musim kemarau terpaksa menggunakan air kubangan maupun sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

Hal tersebut diakui pemerintah Desa Jonggol Kecamatan Jonggol, Jumat (18/9/2020).

“Betul. Meski dua hari terakhir hujan tetapi masih tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Kepala Desa Jonggol, Yogi Mohamad Safri.

Dia menguraikan, bantuan air bersih yang belum lama ini diterima warga pun tak mencukupi kebutuhan warga. Beberapa warga di wilayah, kata dia melanjutkan, menggunakan air kubangan sungai dan sumur darurat.

“Beberapa ada juga dari kubangan. Ada pun yang dari sawah dan mereka sejauh ini berhemat dalam penggunaannya,” urainya.

Ilustrasi kekeringan.

Dia menjelaskan, di wilayah secara keseluruhan terdapat 14.000 penduduk dari 11 RW. Terparah yang mengalami kekeringan yakni, RW 5.

Menurutnya, meski di desa tetangga yakni Desa Sukasirna terdapat Bendungan Jatinuggal namun tak dapat memenuhi kebutuhan warga.

Di sana, sambungnya, harus didukung dengan pembuatan embung namun terkendala lahan.

“Desa kami tidak memiliki lahan. Tanah kantor desa saja hasil hibah dari warga,” lirihnya.

Dia mengaku, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengajukan pembangunan sumur bor artesis ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sehingga kapasitas untuk mencukupi kebutuhan hari di musim kering dapat terpenuhi.

Ilustrasi kekeringan.

“Kami akan ajukan. Kami berharap pemerintah juga dapat lebih banyak memberikan bantuan hingga musim kemarau ini berakhir,” tukasnya.

Kesulitan air tak hanya dirasakan oleh warga Jonggol. Di wilayah Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakanmadang pun mengalami hal yang serupa.

Meski belakangan telah mendapatkan bantuan air bersih pemerintah setempat mengklaim bantuan tak dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan air warga.

“Ya tetap Alhamdulillah sudah dapat bantuan dari berbagai pihak,” kata Sekretaris Desa Karang Tengah, Mulyadi Anwar, kemarin.

Dia menjelaskan, dari seluruh wilayahnya terparah mengalami kekeringan atau kesulitan air bersih berada di wilayah RW3 Kampung Ciburial.

Lantaran hal ini sumur warga di sekitar lokasi mengalami kering sehingga sebagian warga mengambil air di kali atau sungai kecil.

Ilustrasi kekeringan.

“Iya itu di RW3 Kampung Ciburial. Sumurnya pada kering. Hanya sebagian warga saja yang sedikit ada air di sumurnya,” ujarnya.

Dia berharap, sejumlah pihak juga dapat memberikan bantuan hingga musim kering saat ini dapat terlampaui warga.

Dirinya juga memaninta agar warga tidak memaksakan diri untuk mengambil air di kubangan yang memilki kualitas air yang kurang bagus.

“Bisa melapor langsung ke desa saja kalau butuh air. Karena air kubangan kotor jadi bisa menimbulkan penyakit,” ungkapnya.

Seperti diketahui, sejumlah warga Kampung Ciburial tak sedikit yang mengambil air di kubangan sekitar rumahnya.

Parahnya, air di kubangan pun berwarna cokelat dan kotor. Dapat disimpulkan hal tersebut akan menjadi penyebab timbulnya berbagai macam penyakit. (reg)