Masuk Musim Penghujan, Banjir dan Longsor Mulai Mengancam Warga

Longsir di wilayah Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

CIBINONG -RADAR BOGOR, Musim hujan mulai mengguyur Kabupaten Bogor. Masyarakat diminta, untuk mewaspadai potensi bencana. Pasalnya, beberapa wilayah rawan dengan bencana alam.

Hal itu diakui oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Dede Armansyah.

Menurutnya, bulan Oktober menjadi waktu memasuki musim penghujan. Tentu saja, kata dia, potensi bencana longsor dan banjir tak bisa dinafikan.

“Kami memang sudah melakukan persiapan dalam penanganan bencana banjir dan longsor. Termasuk juga puting beliung di beberapa titik wilayah Kabupaten Bogor,” bebernya kepada Radar Bogor, Kamis (17/9/2020).

Ia menjelaskan, potensi bencana di Kabupaten Bogor selalu ada sepanjang tahun. Bukan hanya bencana kekeringan yang sempat melanda selama beberapa waktu terakhir ini.

Selama peralihan dari musim kemarau ke penghujan, banyak angin kencang. Berlanjut ke musim hujan yang memberikan dampak banjir atau longsor. “Itu sudah jadi semacam siklus setiap tahunnya,” imbuhnya.

Longsir di wilayah Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

Menurutnya, BPBD sudah mempunyai prosedur dalam mengantisipasi bencana tersebut. Menetapkan status siaga termasuk dalam konteks menghadapi musim penghujan. Jika nantinya penetapan status siaga bencana, para perangkat daerah harus bersiap-siap.

“Masyarakat juga harus rutin memantau kondisi lingkungan yang rawan bencana, khususnya banjir dan longsor. Salah satunya, memantau debit air sungai jika sudah mulai memasuki musim hujan. Termasuk kita mengimbau pada pengelola wisata-wisata alam seperti curug, untuk meningkatkan kewaspadaan,” terangnya.

Selain itu, tambah Dede, ada juga Satuan Tugas Desa Tangguh Bencana (Satgas Destana) di masing-masing desa. Satgas itu diharapkan bisa memberikan respon cepat bila terjadi bencana.

Biasanya para perangkat desa mengandalkan para penjaga keamanan masing-masing. Bisa pula dengan merekrut masyarajat di tingkat RT maupun RW.

“Kita juga sudah sosialisasi di tingkat-tingkat kecamatan. Jadi beberapa daerah memang sudah masuk dalam pantauan BPBD karena rawan banjir dan longsor. Tak terkecuali wilayah engah, yang mesti berhati-hati dengan luapan Sungai Pesanggahan,” pungkasnya. (mg1/mg2/mg3)