BOGOR-RADAR BOGOR, Menjadi seorang pengusaha tidak hanya sekedar melihat peluangnya, lalu memulai tanpa memiliki ilmunya.
Hal itu yang menjadi poin penting yang disampaikan Wali Kota Bima Arya dalam kegiatan Dispora Youthpreneur Academy di D’Bozz Cafe, di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kamis (17/9/2020).
Bima Arya mencontohkan satu kasus yang ia alami akhir-akhir ini kepada para peserta Dispora Youthpreneur Academy.
Saat ia berkunjung ke Perumahan Griya Melati, di sana warganya panen urban farming dan lele. Ada sebanyak 52 ember berjejer berisikan lele yang dirawat satu keluarga per satu ember.
Belum ada satu bulan, mereka panen. “Ada yang mati lelenya, tapi gak sampai 10 persennya,” cerita Bima Arya.
Sementara Biam melakukan hal yang sama di lingkungan rumahnya. Namun hasilnya berbeda. Budidaya lele di rumahnya mati sebanyak 40 persen. “Apa perbedannya? Padahal caranya tidak jauh beda,” tanya Bima.
Lalu ia membeberkan, bahwa di Griya Melati, warganya dibimbing satu koordinator yang ahli dalam budidaya. Selalu memberikan ilmu bagaimana agar budidaya lele dan urban farminya panen.
“Jadi lele gak boleh banyak makan. Nah, di rumah saya, ibu-ibunya kasih makan lele kaya kasih makan anak, tiga kali sehari. Gimana gak persentase gagalnya banyak,” tegasnya.
Dari pengalamannya itu, Bima menyampaikan bahwa ilmu sangat penting dalam memulai bisnis apapun. (ran)