Tak Beri Kontribusi Banyak, Warga Puncak Desak Pindahkan Imigran

Ilustrasi Imigran.

CISARUA-RADAR BOGOR, Banyaknya imigran yang berbuat ulah dan tak memberikan banyak kontribusi di kawasan Puncak, membuat warga kesal.

Mereka mendesak, pemerintah segera memindahkan penampungan Imigran.

Tercatat, jumlah pencari suaka di Kabupaten Bogor tahun ini mencapai 2.245 orang yang terpusat di kawasan Puncak.

Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Puncak, M. Teguh mengatakan, kehadiran Imigran di Kawasan Puncak tidak berdampak apapun terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor.

”Berbeda dengan turis dari timur tengah yang datang membawa uang banyak untuk berlibur, tapi kalau imigran berbeda, hidupnya dibatasi,” ungkapnya.

Di tambah, kata dia, kepadatan jumlah penduduk di Kawasan Puncak menjadi alasan warga menolak kehadiran para pencari suaka yang biasanya berasal dari negara – negara konflik seperti Afganistan, Palestina, Irak dan lainnya.

Ilustrasi Imigran.

Untuk itu, pihaknya meminta para pemangku kebijakan untuk segera membuat regulasi ketat mengenai kehadiran para imigran tersebut.

”Puncak harus bebas dari Imigran, bila perlu dipindahkan ke tempat yang belum banyak jumlah penduduknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Cisarua, Deni Humaedi mengatakan, Imigran sudah ada sejak lama. Namun, biasanya ke Indonesia sifatnya hanya sementara dan bukan menjadi tujuan utama untuk tinggal.

Pihaknya pun kesulitan melakukan pendataan, lantaran tidak semua menetap lama. Menurutnya, dibutuhkan ketegasan pemerintah pusat dalam menangani masalah imigran.

“Kalau begini terus, Bogor harus terima imbasnya terutama Cisarua dan sekitarnya,” tandasnya.(rp1/c)