Tak Layak Beroperasi, Ratusan Angkot di Kota Bogor Diremajakan

Petugas Dishub Kota Bogor tengah memeriksa kondisi salah satu angkot yang terjaring operasi, beberapa waktu lalu.

BOGOR-RADAR BOGOR, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor mengklaim program reduksi konversi angkutan kota (angkot) terus bertambah.

Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, sudah ada 100 unit lebih angkot dengan usia melampaui batas usia operasional 20 tahun atau lebih yang diremajakan.

“Saat pertama itu kan ada 35 unit yang dihancurkan, kita memang sosialisasi terus,” ujar Eko kepada Radar Bogor, Selasa (8/9/2020).

Eko menjelaskan, pada awal tahun sebelum pandemi covid-19 Dishub menargetkan 636 unit angkot, yang akan direduksi lantaran ratusan angkot tersebut sudah melampaui batas usia operasional 20 tahun.

Meski sempat terganggu karena pandemi covid-19, program reduksi konversi angkot harus terus berjalan, dan menargetkan pada akhir tahun, ada sebanyak mungkin pemilik angkot yang mau menyerahkan angkotnya untuk direduksi.

Eko mengungkapkan, Dishub Kota Bogor tengah menyiapkan program reduksi agar dapat berlanjut di tahun 2020. Salah satunya, tiga angkot menjadi satu. Selain itu, ia tengah mengintip program pemerintah pusat. “Bisa saja bantuan PSO (Public Service Obligation),” katanya.

Petugas Dishub Kota Bogor tengah memeriksa kondisi salah satu angkot yang terjading operasi, Rabu (26/2/2020).

Eko menjelaskan, program pemerintah pusat juga menyediakan subsidi bus melalui tiket murah.

“Nanti kita kejar terus, kita lakukan terus (reduksi). Sementara ini, memang program itu ada di pemerintah pusat, proposal sudah disampaikan ke BPTJ,” katanya.

Selain mengejar target reduksi di 2020, Eko juga tengah membujuk pengusaha angkot di delapan jalur yang bersinggungan dengan lima trayek utama.

“Kurang lebih ada ribuan angkot, memang jumlahnya cukup banyak ada 1.000-an,” ucapnya.

Pemkot Bogor terus melakukan jemput bola, agar program reduksi konversi angkot bisa berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Dishub Kota Bogor juga tengah menyiapkan layanan digitalisasi. Salah satu layanan yang dapat diakses yakni tentang layanan uji KIR yang selama ini dilakukan secara konvensional, kedepan dapat diakses melalui aplikasi digital.

Petugas Dishub Kota Bogor tengah memeriksa kondisi salah satu angkot yang terjading operasi, Rabu (26/2/2020).

“Mereka (pemilik angkot) tidak berhadapan dengan kita silahkan buka aplikasinya, di tahun ini akan ada kado terindah, di tengan pandemi Covid-19, kita terus berinovasi,” katanya.

Aplikasi digital tersebut tengah dalam penyempurnaan, pelayanan lainnya nanti ada sinkronisasi dengan pemilik angkot untuk memberikan informasi terkait kondisi angkot yang sudah harus direduksi.

“Yang sudah tidak bisa P5 atau dibesituakan bisa langsung diinformasikan ke pemiliknya. Nanti bisa dilihat di aplikasi digital sampai peringatan ke tiga tidak digubris kita cabut izinnya,” ucapnya.

Sementara itu, kata Wali Kota Bogor Bima Arya, program reduksi konversi angkot dilakukan bagi angkot yang sudah berusia tua.

Dalam program konversi angkot 2:1, Bima Arya menjelaskan, situasi seperti ini, tidak bisa dibiarkan begitu saja, tapi harus ada pola baru yang disepakati bersama untuk memberikan manfaat bagi semua.

“Manfaat itu, pemasukan bagi sopir aman, penumpang nyaman, pemilik atau badan hukum juga diuntungkan, plus kemacetan bisa berkurang. Tujuannya untuk Pemerintah Kota Bogor adalah mengatasi kemacetan,” katanya.

Petugas Dishub Kota Bogor tengah memeriksa kondisi salah satu angkot yang terjading operasi, Rabu (26/2/2020).

Kesepakatan yang disepakati Dinas Perhubungan dengan sopir angkot adalah, reduksi konversi 2:1. Artinya, dua unit angkot tua dibesituakan dan diganti dengan satu unit angkot baru.

“Berdasarkan data di Dinas Perhubungan, ada 1.270 angkot di pusat Kota Bogor, yang sudah berusia 20 tahun atau lebih,” katanya.

Menurut Bima, selama beberapa bulan ke depan hingga akhir tahun, akan dilaksanakan reduksi konversi 2:1 secara bertahap sehingga angkot di pusat kota akan berkurang sampai 635 unit.(ded/c)