Wakil Walikota Geram, Drainase Lawang Saketeng Penuh Sampah

Wakil Walikota Bogor saat melakukan sidak jam malam,

BOGOR – RADAR BOGOR, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim geram dengan kondisi saluran air di Jalan Lawang Seketeng. Usut punya usut, drainase itu penuh sampah yang dibuang para pedagang kaki lima (PKL) liar di jalan tersebut.

Kata Dedie, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah melakukan program normalisasi saluran air di sepanjang jalan Lawang Seketeng.

Pengerjaan proyek yang sudah 90 persen itu pun menjadi terhambat karena adanya sampah, yang selalu menumpuk setiap harinya. Bahkan menyumbat saluran air.

“Sedih liat saluran air yang sudah kita normalisasi di Lawang Seketeng, ditimbun lagi sama PKL,” kata Dedie.

Menurut Dedie, kondisi ini dikarenakan relokasi PKL Lawang Seketeng yang belum selesai. Sebab, semenjak direlokasi pasca lebaran, sampai saat ini masih ada beberapa PKL yang berdagang karena enggan direlokasi.

Untuk itu, Dedie meminta kepada masyarakat agar berbelanja di tempat yang legal, yaitu di pasar rakyat.

Wakil Walikota Bogor saat melakukan sidak jam malam,

“Dengan begitu maka masyarakat membantu 7.000 pedagang pemilik kios atau Los di 12 Pasar resmi yang ada di Bogor dan berkontribusi langsung pada keamanan, ketertiban serta membayar restribusi resmi,” tegas Dedie.

Berdasarkan data yang disampaikan Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Dimas Tiko, setiap hari dua dump truck terisi penuh untuk mengangkut sampah para PKL, baik yang tercecer di jalanan ataupun yang ada di saluran air.

“Khusus Lawang Seketeng kita rutin tiap hari, dua dump truk itu penuh. Kalau dikubik mah nyampe 16 kubik sampah itu setiap hari,” jelas Dimas.

Dimas pun menjelaskan, sampah yang diangkut cukup beragam. Mulai dari balok kayu, sayur dan buah busuk sampai sampah plastik. “Bahkan ada sampah karung di saluran air, memang kondisinya sangat kacau dan itu menyumbat saluran air,” ujarnya.

Di bagian lain, dari total 696 PKL yang terdata, menurut catatan Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Muzakkir, baru 80 persen pedagang yang pindah ke lantai 3 Pasar Bogor.

“Jadi yang pindah sudah ada 80 persen. Nah yang 20 persen ini masih kucing-kucingan dengan petugas di lapangan,” kata Muzakkir.

Pedestrian Jalan Suryakencana

Para petugas patroli gabungan dari Perumda PPJ dan Satpol-PP Kota Bogor yang berjaga di bekas lapak PKL Lawang Seketeng, Jalan Pedati dan Jalan Roda bahkan sempat kewalahan.

Sebab, sambung Muzakkir, para pedagang ini selalu mencuri kesempatan untuk kembali menggelar lapak dagangannya di pinggir jalan ketika tak ada petugas yang berjaga.

“Kalau petugas berjaga sampai pukul 03.00 WIB, mereka akan gelar jam tiga. Kalau petugas jaga sampai 06.00 WIB, mereka akan gelar jam 6. Jadi memang mereka suka curi-curi kesempatan,” jelas Muzakkir.

Menurutnya, jika ingin pedagang yang ada di lantai 3 ramai didatangi pengunjung. Maka para PKL yang ada di pinggir jalan harus dihilangkan terlebih dahulu.

Guna memberikan efek jera kepada para PKL yang masih membandel, Muzakkir mengungkapkan selain diimbau untuk dibubarkan, barang dagangannya juga akan dibawa ke Mako Satpol-PP dan ditahan selama tiga hari.

“Kami mengimbau PKL yang sudah masuk ke lantai 3 untuk bersabar, pemerintah saya lihat juga tidak tinggal diam, insya Allah kami akan relokasi semua PKL yang ada,” terangnya. (dka/c)