Ridwan Kamil : Orang Jawa barat Pintar tapi Labil

Pertemuan secara virtual antara Pemprov Jabar dan Tim EPPD, serta pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Barat di ruang Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Senin (7/9/2020).

BOGOR-RADAR BOGOR, Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengikuti pertemuan secara virtual antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Tim Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD), serta pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Barat di ruang Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Senin (7/9/2020).

Ada yang menarik dalam EPPD tersebut. Yakni, Komentar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.  Mantan walikota Bandung itu menilai orang Jawa barat itu pintar tapi Labil dalam kedisiplinan.

Dalam arahannya, Ridwan Kamil mengatakan, selama dirinya berkiprah di pemerintahan, persoalan yang sering ditemukan terkait EPPD adalah masalah kedisiplinan.

“Orang Jawa Barat sebenarnya pintar tapi tingkat kedisiplinannya naik turun. Kalau pimpinan tidak turun, tingkat disiplinnya jadi naik turun. Indeks prestasi bupati dan walikota ini jadi indeks prestasi untuk Provinsi Jawa Barat juga. Gunakan sistem digital untuk mengurangi human error. Mudah-mudahan Jawa Barat bisa jadi juara satu,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil ini dalam keterangan pers yang diterima radarbogor.id Selasa (8/9/2020).

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, pada EPPD ini lebih fokus pada tingkat kedisiplinan kabupaten dan kota dalam menyampaikan laporan.

Pasalnya, seluruh kegiatan harus terhimpun dalam bentuk laporan kemudian Pemerintah Kota dan Kabupaten mempunyai  kewajiban menyampaikan informasi tersebut ke Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi.

Pertemuan secara virtual antara Pemprov Jabar dan Tim EPPD, serta pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Barat di ruang Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Senin (7/9/2020).

“Intinya harus ada kedisiplinan setiap pelaksana kegiatan menyampaikan informasi karena itu yang akan dihimpun menjadi laporan Pemerintah Kota Bogor” imbuh Ade.

Ade menambahkan, pihaknya tetap mempunyai target kembali menjadi yang terbaik pertama, meski begitu diakuinya pekerjaan ini cukup rumit.

Ia pun berharap tim Kota Bogor bisa menjelaskan dengan baik ke timnas penilai EPPD dan membuktikan kegiatannya ada beserta bukti administrasinya.

“Semoga tim tambah solid, semua OPD memahami. Selesai pekerjaan dicek ke lapangan dan membuat laporannya setiap saat,” tukasnya.(all)