Waspada Meluasnya Krisis Air Bersih, Ini Langkah Antisipasi Pemkab Bogor

Warga di wilayah timur Kabupaten Bogor tengah mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari. Hendi/Radar Bogor

CIBINONG – RADAR BOGOR, Beberapa daerah di Kabupaten Bogor masih mengalami kekeringan. Pemkab Bogor, terus berupaya untuk mengantisipasi dampaknya meluas dengan mengirimkan air kepada warga yang terdampak.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengakui, kekeringan menjadi salah satu bencana yang diantispasi timnya. Ia telah menginstruksikan kepada dinas terkait untuk menyalurkan air bersih sebagai kebutuhan integral bagi warga.

Sejauh ini, dampak kekeringan itu masih bisa ditangani dan belum meluas seperti tahun sebelumna. Hanya saja, pemkab tetap perlu mengantisipasinya.

“Kami antisipasi dengan menyiapkan beberapa armada (air bersih) yang dibawa ke masyarakat. Sekarang juga sudah jalan untuk tangki-tangki air itu, baik BPBD, PDAM, maupun damkar (pemadam kebakaran). Kita sudah maksimalkan,” beber Ade, kemarin.

Meski begitu, sumber air yang lainnya juga perlu disasar untuk cadangan di kala musim kemarau. Ade menyebutkan, sumber-sumber air di beberapa titik perlu diamankan. Kebutuhan itu akan sangat terasa di kala musim kemarau semakin memuncak.

“Sumber air yang diamankan bisa dimanfaatkan untuk mengaliri daerah kering. Tapi untuk saat ini (kekeringan) masih terkendali sih. Mudah-mudahan tidak jadi kekeringan (yang lebih parah). Bagi masyarakat yang kesulitan air masih bisa diantisipasi,” terang mantan advokat ini.

Warga di wilayah timur Kabupaten Bogor tengah mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari. Hendi/Radar Bogor

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdana mengakui, musim kemarau kerap menjadi sumber kekeringan di sejumlah wilayah.

Masyarakat kekurangan air bersih untuk digunakan sehari-hari. Oleh karenanya, pemkab Bogor melalui BPBD mengirimkan bantuan armada pengangkut air bersih ke titik-titik yang dianggap rawan kekeringan.

“Kami sudah mengirimkan air untuk 30 desa dari sembilan kecamatan. Mereka dianggap yang paling terdampak kekeringan. Selain itu, pengiriman air bersih itu biasanya berdasarkan surat permintaan yang diajukan oleh desa masing-masing. Saat ini saja masih ada puluhan surat yang mengantre untuk ditindaklanjuti,” bebernya.

Satu armada biasanya dibekali dengan tangki 5.000 liter air bersih. BPBD Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 15.010 kepala keluarga (KK) telah tercover dari upaya pembagian air bersih itu. Totalnya, 47.250 jiwa.

Tentu saja, sambung Adam, jumlah itu masih belum mencukupi semua kebutuhan para warga yang terdampak kekeringan. Pihaknya juga dibantu langsung oleh armada PMI Kabupaten Bogor dan PDAM dalam menyalurkan air bersih ke desa-desa. (mam/c)