BOGOR-RADAR BOGOR, Kabar Gembira bagi warga Kota Bogor. Setelah sembilan hari menyandang status zona merah Covid-19, Kota yang dipimpin Bima Arya itu kini kembali berstatus zona oranye. Atau wilayah dengan risiko sedang penularan Covid-19.
Hal itu disampaikan langusng Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim. “Ya, Alhamdulillah (jadi Zona Oranye),” katanya kepada radarbogor.id Senin (7/9/2020).
Dedie memaparkan, penetapan status Kota Bogor sebagai zona oranye Covid-19 itu setelah memenuhi sedikitnya 11 indikator.
Di antaranya tingkat kesembuhan dan okupansi ranjang di rumah sakit rujukan, serta angka reproduksi kasus virus Covid-19. Baik reproduksi awal (R0), maupun reproduksi efektif (Rt).
Meski demikian, Dedie menegaskan, Pemkot juga warga Kota Bogor harus bersama-sama untuk terus menurunkan resiko Covid-19 secara maksimal.
“Meski ada pergerakan ke arah yang lebih baik, kita harus mampu menurunkan terus tingkat risiko secara maksimal,” tuturnya.
Dedie juga menegaskan, untuk Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) masih tetap diberlakukan hingga 11 September 2020 mendatang.
“Untuk PSBMK akan diteruskan atau dicabut masih menunggu evaluasi menyeluruh tanggal 10 September 2020 mendatang,” tegasnya.
Seperti diketahui, meski penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor masih terus ada. Namun angkanya mulai menurun.
Data dari Dinas Kesehatan Kota Bogor, pada Minggu (6/9/2020) jumlah tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor hanya 12 kasus.
“Penambahan kasus baru ada 12 kasus. Sedangkan Meninggal 33 kasus, Selesai isolasi atau sembuh 449 kasus. Masih sakit ada 252 kasus,” tukasnya. (all)