BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali menyiapkan program untuk meringankan masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Pemkot Bogor memanfaatkan kembali Program Keluarga Asuh yang dihimpun dalam Jaringan Keluarga Asuh Kota (Jaga Asa) untuk memfasilitasi pelajar yang tak memiliki gawai atau perangkat handphone.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan, untuk memanfaatkan aplikasi Jaga Asa sebagai jembatan untuk membantu pelajar di Kota Bogor yang memerlukan bantuan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tentunya harus dilakukan penyesuaian sistem terlebih dahulu.
Karena, kata dia, ada perbedaan database terkait dengan Jaga Asa orang tua asuh, salah satunya harus tertera foto anak, data anak dan juga perubahan sistem.
Kedua, selama ini penerapan bantuan melalui Apliksi Jaga Asa yakni dengan melakukan transfer langsung kepada penerima bantuan.
“Sedangkan handphone ini barang, mekanismenya seperti apa, penyerahannya seperti apa? apakah pakai gojek, tentunya harus diatur lagi. Saat ini masih penyesuaian pada aplikasinya,” kata Rahmat kepada Radar Bogor di Balai Kota, Kamis (3/9/2020).
Rahmat menjelaskan, sejauh ini Program keluarga asuh Jaga Asa sudah tuntas, untuk itu Pemkot Bogor ingin memanfaatkan kembali Program Keluarga Asuh bagi pelajar yang kesulitan dalam menghadapi PJJ selama pandemi covid-19, dan kebijakan pemerintah yang belum memberikan kelonggaran untuk belajar secara tatap muka.
“Aplikasinya tinggal diubah saja. Pertama butuh input data penerima didatabase, harus mengubah mekanisme bagaimana barang ini diserahkannya kepada penerima. Karena harus serah terima fisik,” ucapnya.
Disisi lain, Pemkot Bogor juga tengah menyiapkan pemasangan WiFi gratis di 797 RW di Kota Bogor, dengan tahapan pertama yakni sosialisasi ke seluruh wilayah di Kota Bogor.
“Anggaranya sudah ada di masing-masing kelurahan. Sekarang tahap sosialisasi, bertahap targetnya akhir bulan ini selesai,” kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Dani Rahadian mengatakan, saat ini proses KBM di Kota Bogor masih dilakukan secara daring.
Sesuai dengan SKB 4 Menteri, Kota Bogor belum bisa membuka pembelajaran tatap muka mengingat Kota Bogor ditetapkan sebagai zona merah.
Meski begitu, Pemkot Bogor terus berupaya melakukan semua yang terbaik untuk anak-anak Kota Bogor. Salah satunya dengan menyediakan 797 titik Wifi Se-Kota Bogor yang bisa diakses gratis.
“Kami juga rekomendasi sekolah-sekolah di Kota Bogor untuk memakai Kurikulum Darurat, karena kemungkinan PJJ di Kota Bogor bisa lebih lama dibandingkan kota di zona hijau dan kuning,” tukasnya. (ded)