BOGOR-RADAR BOGOR, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung memperingati 10 Muharram 1442 H dengan Santunan Anak Yatim di bangunan Masjid Agung yang hingga kini belum rampung.
Sebanyak 130 anak yatim diberikan santunan dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Sekretaris DKM Masjid Agung M Husen mengatakan, Gebyar Muharram 1442 H tahun ini dilakukan dengan kegiatan berbeda, biasanya santun anak yatim dan dhuafa dilakukan disatu titik.
Tetapi karena anjuran pemerintah harus menerapkan protokol kesehatan, maka kegiatan santuna tersebut dipecah.
“Tahun ini temanya berbagi berkah, rizki melimpah. Kita minta doanya dari semua khususnya dari warga Kota Bogor pada tahun ini Masjid Agung melaksanakan 10 Muharram yang fokus kegiatan menyantuni anak yatim,” ujar M Husen kepada Radar Bogor, Kamis (3/9/2020).
Menurutnya, santunan yang disebar di enam kecamatan mulanya dilakukan di Kecamatan Utara dan kegiatan santunan berakhir di Kecamatan Bogor Tengah.
Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19, terlebih pemerintah telah menetapkan Kota Bogor sebagai zona merah atau resiko tinggi persebaran Covid-19. “Kita mencegah kerumunan massa yang berakibat terjadinya klaster baru.
Meski dalam pandemi Covid-19, kewajiban untuk menyantuni dan berbagai kepada anak-anak yatim wajib dilakukan.
“Walau bagaimana mereka tanggung jawab kita sebagai umat Muslim, karena dikatakan dalam firman Allah, salah satu tanda orang yang mendustakan agama yaitu orang yang menghardik anak yatim. Tidak memberi makan fakir miskin,” katanya.
Tentunya dengan kegiatan ini dan pada bulan yang baik ini berharap diberikan keberkahan bagi semuanya.
M Husen menjelaskan, kegiatan santunan pada Lebaran Anak Yatim tersebut juga merupakan bagian dari salah satu program DKM Masjid Agung. “Mudah-mudahan kita bisa laksanakan setiap tahunnya.
Sementara itu, Ketua Panitia M Taufik mengatakan, kegiatan Gebyar Muharram 1442 H sengaja dilakukan di areal Bangunan Masjid Agung yang hingga ini belum rampung pembangunannya.
Setidaknya dengan kegiatan ini pemangku kebijakan dalam hal ini Pemkot Bogor dapat segera menyelesaikan pembangunan masjid yang sudah mangkrak beberapa tahun terakhir.
“Mudah-mudahan dengan doa anak yatim proses pembangunan Masjid Agung bisa ada percepatan,” katanya.
Karena menurutnya Masjid Agung merupakan masjid kebanggan Kota Bogor, karena posisi masjid yang strategis.
“Jamaah bukan hanya berasal dari Kota Bogor tetapi masyarakat luar Kota Bogor juga banyak yang menanti Masjid Agung ini,” katanya.
Ia berharap dengan rampungnya Masjid Agung menjadi etalase yang dapat menjadi sorotan untuk wisatawan yang datang ke Kota Bogor.
“Jika bisa dikerjakan dengan cepat maka kabar yang disampaikan jamaaj juga akan baik terutama bagi masyarakat religi,” tukasnya. (ded)