CISARUA-RADAR BOGOR, Dalam kurun waktu tiga hari, dua mobil wisatawan terbakar di Jalur Puncak. Pertama terjadi pada Rabu (26/8/2020), kedua Jumat (28/8/2020).
Kembali Terjadi, Mobil Hangus Terbakar di Jalur Puncak
Adapun penyebab terbakarnya mobil-mobil wisatawan asal Jakarta tersebut terjadi lantaran kosleting kelistrikan pada mobil.
Kepala UPT Damkar Sektor Ciawi, Nendri memaparkan, kedua mobil yang terbakar mengalami masalah serupa.
Mobil mengalai komleting kelistrikan dan menimbulkan percikan api hingga menghanguskan kendaraan.
“Kebakaran mobil yang kedua ini terjadi di Jalam Raya Puncak RT 01/05 Tugu Selatan Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Sumber apinya sama dengan yang sebelumnya. Yakni konsleting,” katanya kepada radarbogor.id Jumat (28/8/2020).
Nendri menduga, terbakarnya mobil tersebut dipicu akibat kurangnya kesiapan kendaraan. Sehingga kendaraan mengalami masalah pada saat menanjak Jalur Puncak.
“Kedua mobil yang terbakar ini sama dari arah Jakarta ke Puncak,”jelas Nendri kepada radarbogor.id Jumat (28/8/2020).
Sementara itu ada beberapa faktor yang menyebabkan mobil terbakar. Seperti kerusakan pada konverter katalitik.
Dimana konverter katalitik ini merupakan alat pengendali emisi buangan yang mengubah gas dan polutan beracun pada gas buangan bahan bakar minyak dan diesel, menjadi polutan yang tidak terlalu beracun.
“Nah, jika jumlah polutan yang dibakar melebihi kemampuannya maka alat ini akan mengalami overheat, yang dapat berujung pada kebakaran mobil”, ujar Rizky Ramdan montir panggilan di Jalan Raya Puncak kepada radarbogor.id Jumat (28/8/2020).
Namun Rizky menuturkan, faktor paling sering terjadi pada mobil yang terbakar adalah kerusakan komponen kelistrikan.
“Ya, salah satu faktor utama penyebab mobil terbakar biasanya kerusakan pada bagian komponen kelistrikan. Kerusakan ini bisa menimbulkan percikan api dan menyulut kebakaran dengan sangat mudah,” ujarnya.
“Untuk itu ada baiknya, melakukan pemeriksaan rutin bagian kelistrikan di mobil,” tukasnya. (all)