BOGOR-RADAR BOGOR, DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor membangun kelompok belajar Kejar Mentari bagi pelajar Kota Bogor. Kelompok belajar tersebut merupakan kado spesial bagi bagi masyarakat Kota Bogor pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 PAN.
Anggota DPR Kota Bogor yang sekaligus sebagai Ketua DPD PAN Kota Bogor, Safrudin Bima menjelaskan, Partai PAN merayakan HUT PAN dengan membuat lokasi hotspot atau wifi gratis di Kantor DPD PAN Kota Bogor sekaligus membagikan kuota gratis kepada pelajar.
Hal itu demi menunjang para siswa dapat belajar secara virtual atau online dengan nyaman selama pandemi virus Corona atau Covid-19.
“Awal mula pandemi Covid-19 pemerintah menerapkan pembatasan sosial, tapi menyebabkan ekonomi lumpuh, saat ini sudah mulai longgar tetapi masyarakat tetap terancam,” ujar Safrudin Bima.
Menurutnya banyak sektor terdampak karena termasuk masyarakat yang akhirnya kehilangan pekerjaannya. Selain kesulitan ekonomi, pelajar juga mengalami kesulitan dalam mendapatkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Sekarang orang jangan bicara beli HP, beli kuota itu susah. Kami mencium betul bahwa keluhan masyarakt mereka tidak mampu belajar karena memang kuota bisa habis karena satu handphone bertiga,” kata dia.
Untuk itu, bertepatan dengan HUT PAN ke-22, mulai dari DPP PAN hingga ke daerah fokus dalam memberikan sembako dan menunjang kegiatan belajar mengajar agar tetap berjalan yakni dengan membagikan kuota gratis.
“Pasang wifi, bagi kuota gratis, itu yang kami lakukan. Dan bahkan kami membentuk kelompok belajar Kejar Mentari, masyarakat belajar disini saja,” ucapnya.
DPD PAN tak hanya menyiapkan sarananya, tetapi pemandu untuk menunjang saat mereka melakukan PJJ juga disiapkan pemandunya. Terpenting, generasi ke depan dapat terselamatkan.
Selain disini, Pengurus DPD, kader dan seluruh anggota DPRD Kota Bogor akan turun di enam kecamatan bersama Wali Kota Bogor, Bima Arya.
Kegiatan membagikan sembako ini akan berlanjut selama sepekan kedepan hingga tanggal 30 Agustus.
“Kami tidak mengumpulkan orang tetapi kita jemput bola, diberbagai titik,” ucapnya.
Tak hanya untuk menunjang PJJ, Safrudin berencana akan mengembangkan Kejar Mentari sebagai KBM untuk memfasilitasi warga yang putus sekolah agar mengejar Paket B dan C.
Sementara itu, Pelajar SDN Pengadilan 1 Ibrahim Opic merasa terbantu dengan adanya bantuan kuota gratis dan menyediakan fasilitas WiFi untuk menunjang PJJ.
“Sebelumnya belum ada bantuan, Alhamdulillah saya merasa senang dengan adanya kelompok belajar ini,” kata Ibrahim.
Ia berharap dengan adanya kelompok belajar, dapat menunjang saat melakukan pembelajaran setiap harinya. Karena, kata dia, sebagian besar aktivitas sekolahnya memerlukan akses internet.
“Karena PJJ akses internet memang sangat dibutuhkan,” tutupnya.(ded)