Positif Covid-19 dari Klaster Keluarga Semplak Bertambah 13, Total Jadi 35 Orang

Ilustrasi Covid-19.

BOGOR–RADAR BOGOR, Klaster keluarga menjadi momok penularan virus corona di Kota Bogor.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bogor melaporkan penambahan 13 pasien positif baru dari klaster keluarga di Semplak.

Penambahan ini merupakan hasil tracking yang dilakukan pada 22 orang yang lebih dulu positif dari klaster tersebut. Dengan demikian, jumlah terkonfirmasi positif dari klaster keluarga Semplak menjadi 35 orang.

“Enam orang diantaranya dari Kabupaten Bogor dan 29 orang dari Kota Bogor,” ujar Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor Dedie A. Rachim.

Dedie menyebut, asal-usul penularan di rumah tangga diduga berasal dari imported case (dari luar) dan klaster perkantoran. Dia pun meminta kepada masyarakat untuk selalu berada dalam kewaspadaan yang tinggi.

Pasalnya, pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (PSBB Pra AKB) bukan berarti semua berada dalam kondisi yang aman.

Ilustrasi Covid-19.

“Dengan kondisi Kota Bogor yang masih berada di zona oranye atau dalam risiko sedang masyarakat harus betul-betul mematuhi protokol kesehatan,” tegas dia.

Dengan adanya peningkatan kasus, pihaknya akan meningkatkan razia penegakan aturan Perwali Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan Dalam Pelaksanaan PSBB Pra AKB dalam penanggulangan Covid-19 sebagai turunan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 dan Pergub Jawa Barat Nomor 60 Tahun 2020.

“Tentu harus ada satu langkah preventif yang intinya diinisiasi masyarakat dan dibantu tokoh masyarakat agar tingkat penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan,” katanya. (dka/c)