Kali Pertama dalam Sejarah, Ada Dua Tim Prancis di Semifinal Liga Champions

Pemain Lyon merayakan keberhasilan mereka mengalahkan Manchester City pada perempat final Liga Champions 2019-2020 di Stadion Jose Alvalade, Lisbon (16/8). Lyon melaju ke semifinal, menang dengan skor 3-1.

RADAR BOGOR-Liga Champions 2019-2020 menghadirkan banyak sekali kejutan dan situasi yang berada di luar dugaan.

Singkirkan Man City, Lyon Tantang Bayern Muenchen di Semifinal Liga Champions

Kekalahan Manchester City dengan skor 1-3 melawan Olympique Lyon pada perempat final Minggu (16/8/2020) dini hari, menghadirkan catatan besar.

Untuk kali pertama dalam sejarah Liga Champions, tidak ada tim dari Spanyol, Inggris, atau Italia yang berada di semifinal.

Empat besar Liga Champions musim ini dikuasai oleh dua tim dari Bundesliga dan Ligue 1.

Pada semifinal nanti, Bayern Muenchen akan melawan Lyon pada 20 Agustus. Sedangkan sehari sebelumnya (19/8/2020), RB Leipzig menantang Paris Saint-Germain. Kedua pertandingan tersebut berlangsung di Estadio Jose Alvalade dan Estadio da Luz, Lisbon.

Sebelum tahun ini, satu-satunya musim ketika empat semifinalis tidak ada yang berasal dari Liga Inggris, Liga Spanyol, dan Liga Italia terjadi pada 1990-1991. Saat itu, kompetisi paling elite di Eropa tersebut masih bernama Piala Champions.

Pemain Lyon merayakan keberhasilan mereka mengalahkan Manchester City pada perempat final Liga Champions 2019-2020 di Stadion Jose Alvalade, Lisbon (16/8). Lyon melaju ke semifinal, menang dengan skor 3-1. (Franck Fife/AFP)

Keempat tim yang bertarung adalah Red Star Belgrade, Marseille, Spartak Moscow, dan Bayern.

Dan untuk kali pertama dalam sejarah turnamen ini sejak 1955-1956, ada dua tim Ligue 1 yang bertarung di semifinal.

Pelatih Lyon Rudi Garcia mengatakan bahwa kunci kemenangan mereka atas City adalah taktik yang lebih baik.

“Kami tahu bahwa Pep akan menyebabkan masalah bagi kami. Namun, kami akhirnya mampu menang dalam sebuah pertarungan taktik yang intens,” ucap Garcia sebagaimana dilansir Reuters.

“Saya merasakan banyak sekali kebahagiaan di kamar ganti dan saya mengatakan kepada diri saya sendiri bahwa saya melakukan hal yang benar,” tambahnya.

Sementara itu, Guardiola mengakui bahwa pada babak pertama, timnya kesulitan untuk membongkar pertahanan dan organisasi permainan Lyon yang rapi. Pada 20 sampai 25 menit awal, Kevin De Bruyne dkk sangat kesusahan untuk mengembangkan permainan.

Pemain Lyon merayakan keberhasilan mereka mengalahkan Manchester City pada perempat final Liga Champions 2019-2020 di Stadion Jose Alvalade, Lisbon (16/8). Lyon melaju ke semifinal, menang dengan skor 3-1. (Franck Fife/AFP)

“Pada babak kedua, kondisinya membaik. Namun Anda semua tahu, sebuah tim harus tampil sempurna dalam kompetisi ini,” kata Guardiola dalam konferensi pers pasca laga.

“Saya masih belum mampu membawa para pemain luar biasa ini untuk melampaui perempat final. Dalam tiga tahun beruntun, kami selalu tersingkir. Kami layak melaju sampai semifinal, namun kami ternyata tidak mampu. Dalam hidup, kami harus bangkit dan mencoba lagi,” imbuhnya.

Maxwel Cornet membuka kemenangan Lyon pada menit ke-24. Moussa Dembele menambahkan dua gol masing-masing pada menit ke-79 dan 87. Satu-satunya gol City dicetak oleh Kevin De Bruyne pada menit ke-69. (jpg)