Beranda Bogor Raya Kemarau, Sawah di Cariu dan Tanjungsari Butuh Pasokan Air

Kemarau, Sawah di Cariu dan Tanjungsari Butuh Pasokan Air

lahan pertanian
Lahan sawah di Cariu dan Tanjungsari butuh pasokan air.

CARIU-RADAR BOGOR, Kondisi cuaca di Kabupaten Bogor saat memasuki malam hari terasa sangat berbeda. Rasa dingin yang terasa di kulit tampaknya melebihi dari biasanya.

Kasi Data dan Informasi Stalkim Bogor, Hadi Saputra menjelaskan, saat ini kondisi perubahan musim. Dimana musim kemarau telah dimulai, Kamis. (6/8).

Menurutnya memasuki di musim seperti ini sektor pertanian harus kembali diberikan pemantauan ekstra. Di samping kondisi wabah Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor masih berlangsung. “Iya sudah masuk musim kemarau,” katanya saat dikonfirmasi melalui ponsel pribadinya, kemarin.

universitas pakuan unpak

Dia menyebut bedasarkan data terekam kondisi cuaca musim ini akan mengalami puncaknya sampai September mendatang. Pertani di berbagai wilayah seperti di timur dapat lebih bijaksana dalam menggunakan air sejak saat ini. “Harus lebih bijaksana dalam pemakaian air,” singkatnya.

UPT Pertanian IIX Wilayah Cariu – Tanjungsari menyebutkan, persiapan yang harus dilakukan yakni pasokan air. Terlebih musim kemarau sudah terjadi meskipun, sambungnya, beberapa baru saja melakukan panen raya.

“Kami butuhkan air untuk beberapa lahan sawah di kedua wilayah Kecamatan Cariu dan Tanjungsari,” kata Kepala UPT Pertanian IIX Wilayah Cariu – Tanjungsari Tatang Mulyana kepada Radar Bogor.

Dia menilai, untuk mencapai perairan yang merata ke semua lahan sawah pemerintah harus segera melakukan normalisasi Sungai Cibeet dan Cikumpeni. “Sekarang baru lima desa saja yang terairi. Sebagiannya masih ada tetapi terancam (kehabisan air),” ungkapnya. (reg)