Ditengah Pandemi Covid-19, Angka Pelanggaran Lalu Lintas di Kabupaten Bogor Turun

Petugas Lantas Polres Bogor memberikan masker gratis di hari terakhir Operasi Patuh, Rabu (5/8/2020).

CIBINING-RADAR BOGOR, Petugas Sat Lantas Polres Bogor, memberikan masker gratis dengan bersepda hingga public address di hari terakhir pelaksanaan Ops Patuh Lodaya, Rabu (5/8/2020).

Operasi Patuh Lodaya 2020 Polres Bogor yang telah dilaksanakan selama sepekan oleh jajaran personil Kepolisian Polres Bogor mendapatkan hasil cukup baik.

Dimana, angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas turun. Ini menunjukan tingkat kesadaran masyarakat Kabupaten Bogor untuk tetap menggunakan masker dan melakukan protokol kesehatan dalam berkendara cukup baik.

“Kita semua menyadari bahwa pandemi belum terakhir, namun tingkat kesadaran masyarakat berlalu lintas dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker membatasi jumlah penumpang pada kendaraan umum cukup meningkat. Berbanding terbalik jika melihat angka pelanggaran lalu lintas selama Ops Patuh Lodaya 2020 yang cenderung menurun jika dibandingkan tahun lalu,” ujar Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Fitra Zuanda.

Dalam pelaksanaan Ops Patuh 2020 yang baru saja berakhir hari ini, sambungnya, pada pelaksanaan ops patuh dalam masa pandemi taget utama operasi bukan lagi penegakan hukum, namun lebih kepada tindakan persuasif humanis.

Jika ditemukan pelanggaran lalu lintas serta protokol kesehatan di lapangan dilaksanakan penindakan yang sifatnya teguran. Data teguran yang sudah dilakukan sebanyak 6.657 kasus.

“Maka upaya-upaya yang sudah kami lakukan baik preemtif, preventif serta penegakkan secara persuasif humanis jumlah angka pelanggaran lalu lintas menurun sebanyak 139 kasus,” terangnya.

Angka ini, papar Kasat, menurun jika dibandingkan dengan jumlah pelanggaran lalu lintas dalam pelaksanaan Ops Patuh 2019 yang berjumlah 6.856 kasus.

Pada hari terakhir Operasi Patuh, lanjutnya, polisi melakukan kegiatan rutin kepolisian. “Kami turut membagikan masker secara gratis dengan menggunakan sepeda. Maksudnya sebagai bentuk mengkampanyekan hidup sehat di tengah pandemi Covid-19,” tandasnya.(*/pin)