Beranda Catatan Dahlan Iskan Nenek Sihir

Nenek Sihir

Sebagai orang berkulit hitam Immanuel menjadi sangat menonjol di kelompok konservatif –masyarakat kulit hitam biasanya lebih liberal. Dia juga bisa dijual secara politik. Yakni sebagai bukti bahwa Trump tidaklah rasialis. Terbukti salah satu pendukung beratnya adalah seorang tokoh kulit hitam.

Tapi, sebenarnya, itu bisa juga merugikan Trump. Simaklah isi khotbah-khotbahnyi. Yang sayangnya kini sudah dicabut dari Facebook. Bahkan juga sudah dihapus dari YouTube. Tapi masih banyak yang sudah di-copy. Dan tetap beredar.

Atau justru bisa menguntungkan Trump? Kalau tidak, mengapa Trump sendiri menyiarkan ulang lewat Twitter-nya? Yang diikuti lebih dari 70 juta orang? Setidaknya Immanuel kini ikut menambah popularitas Kota  Houston –dari sisi kontroversialnya. Setelah pekan lalu nama Houston dikaitkan dengan berita penutupan konsulat Tiongkok di situ –yang dibalas dengan penutupan konsulat Amerika di Kota Chengdu, Tiongkok.

Immanuel sekarang memang  tinggal di Houston. Dia juga punya medical center di Houston: Rehoboth Medical Center. Sangat terkenal. Tapi lebih terkenal lagi khotbah-khotbahnyi.

“Jangan pakai masker,” katanyi dalam salah satu khotbahnyi. “Tidak ada gunanya.”

Jangan-jangan dia ini guru spiritual Trump di bidang masker –bercanda.