BOGOR – RADAR BOGOR, Ojek online (ojol) yang beroperasi di Kota Bogor hingga kini belum menggunakan partisi atau sekat pengemudi dan penumpang.
Hal itu membuat Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim gusar. Ia pun meminta aplikator ojol agar mempercepat produksi partisi dan distribusinya.
“Tidak perlu bagus-bagus, cukup buat yang sederhana. Sekat ini bisa menjadi salah satu wujud nyata upaya mencegah penyebaran virus. Gojek harus jadi pelopor,” tegas Dedie saat menerima Perwakilan Manajemen Gojek di Posko Gugus Tugas, belum lama ini.
Inovasi sekat yang digunakan pengemudi sebagai pemisah dengan penumpang kata Dedie, harus dipahami semata-mata untuk urusan kedaruratan kesehatan dan berlakunya tidak hanya di Kota Bogor, tapi juga daerah lain.
Dedie juga menegaskan Perwali Nomor 37 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerapan Sanksi Pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Covid-19 di Kota Bogor, yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bukan untuk menghalangi warga dalam berusaha atau berkegiatan
Menurutnya, sekat atau inovasi yang dijalankan merupakan bentuk nyata sebagai upaya bersama dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
Pada intinya, aturan yang ada berlaku untuk umum. Namun diakuinya memang kurang nyaman, tetapi ini untuk urusan kedaruratan kesehatan.
“Jangan sampai pemerintah berusaha mencegah penyebaran virus, tapi masyarakat malah memproduksi atau menyebarkan virus,” jelas Dedie.
Dedie menambahkan, sekat secara tidak langsung mempresentasikan physical distancing yang menjadi upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Di mana tujuannya bukan untuk segelintir pihak, tapi masyarakat secara umum.
“Jangan sampai akibat kecerobohan yang dilakukan segelintir orang membuat upaya yang dilakukan pemerintah menjadi kurang maksimal. Jangan sampai juga, zona Kota Bogor yang ada saat ini berubah menjadi zona merah, karena jika berubah semua pihak akan merasakan dampak negatifnya,” tuturnya.
Sementara itu, Head Regional Corporate Affairs Gojek, Arum Prasodjo menyebutkan, Gojek sudah menambah penyebaran sekat yang menjadi pemisah antara mitra driver Gojek dengan penumpang.
“Walaupun masih dalam tahap uji coba,a tetap kami perluas penyebarannya secara bertahap dan jumlahnya sudah ribuan. Kami berikan tanpa dikenakan biaya tambahan, baik bagi mitra driver maupun penumpang,” jelas Arum.
Pada dasarnya sekat yang saat ini masih terus diproduksi dan distribusinya dilakukan secara nasional.
Namun untuk tahap awal dilakukan di 8 kota utama, di mana Kota Bogor termasuk salah satunya, lebih khusus lagi Jabodetabek yang tingkat penyebaran dan jumlah drivernya cukup tinggi. “Secara nasional jumlah mitra driver Gojek ada 1,7 juta,” kata Arum. (dka/c)