Peringati Hari Sungai Nasional, Warga Sukasari Temukan ini Di Sungai Ciliwung

Aksi mulung sampah di Sungai Ciliwung, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Minggu, (25/7/2020).

BOGOR-RADAR BOGOR, Puluhan warga, Organisasi Masyarakat (Ormas) Karang Taruna dan Kelurahan Sukasari mengadakan jalan sehat sekaligus melakukan aksi mulung sampah di Sungai Ciliwung, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Minggu, (25/7/2020).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kelurahan Sukasari dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Di tengah pandemi Covid-19, beberapa kegiatan yang melibatkan kerumunan massa memang sempat terhenti termasuk kegiatan memungut sampah.

Saat ini dengan penerapan Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (Pra AKB) kembali dilakukan dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional tahun 2020 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Camat Bogor Timur, Wawan Sarwani mengatakan, kondisi Sungai Ciliwung saat ini masih dipenuhi sampah rumah tangga. Artinya, kesadaran masyarakat tentang kebersihan sekaligus harus merawat Sungai Ciliwung masih sangat rendah.

Saat ini melalui inisiasi Kelurahan Sukasari, Karang Taruna, dan Ormas mencoba untuk mengawali kegiatan mulung sampah di Sungai Ciliwung.


Alhasil, belum mencapai lima menit tumpukan sampah sudah memenuhi karung. Selain sampah pelastik, warga juga menemukan lilitan kabel yang diduga sengaja dibuang masyarakat.

“Hari Sungai Nasional tahun 2020 bisa dijadikan momentum agar masyarakat saling menjaga lingkunganya, termasuk menjaga Sungai Ciliwung,” ujar Wawan kepada Radar Bogor.

Wawan meminta agar masyarakat betul-betul dapat menjaga Sungai Ciliwung sebagai aset, yang tentunya dapat memancing wisatawan dan berdampak pada ekonomi masyarakat yang ada di sekitar bantaran sungai.

“Kalau bukan kita yang menjaganya siapa lagi. Kebanggaan kita ketika sungai bisa menjadi destinasi wisata, itu menjadi nilai lebih. Kita tunjukan kepada masyarakat, disini adalah orang pilihan yang peduli dengan Ciliwung, kita berharap menjadi momentum awal menjadi kegiatan rutin untuk memungut sampah,” katanya.

Tentunya ketika masyarakat sudah dapat menjaga Sungai Ciliwung, dan terbebas dari sampah, tak menutup kemungkinan menjadi destinasi wisata baru.

Apalagi, Wali Kota Bogor, Bima Arya menginginkan setiap kelurahan di Kota Bogor memiliki destinasi wisata.


“Semisal trek untuk jalan, tapi harus ada peran masyarakat dan sebagainya. Kita coba sebagai langkah awal mengingatkan masyarakat sungai perlu kita jaga, hal kecil sampah coba jangan buang sampah,” ucapnya.

Sementra, Lurah Sukasari, Anjar Apriyana menjelaskan, kegiatan memungut sampah sengaja dikolaborasikan dengan jalan sehat, karena di tengah pandemi Covid-19, tentunya harus dapat menjaga daya tahan tubuh.

“Sambil olah raga, lingkungan bersih, juga imunitas kita terjaga. Insya Allah kita kuat melewati pandemi Covid-19. Kita juga melibatkan Karang Taruna dan BBRP” ucapnya.

Anjar menjelaskan, selain kegiatan mulung sampah, Kelurahan Sukasari juga sudah memiliki program serentak kerja bakti hari Kumat (Sertujum), dan gerakan bebersih hari sabtu dan minggu.

“Insya Allah kami juga selalu bekerjasa dengan Satgas Ciliwung, untuk mengurangi warga yang membuang sampah sembarangan,” katanya.

Titik pertama mulung sampah dimulai dari Cadas melelang hingga perbatasan dengan Kelurahan Baranangsiang.

Sampah yang dibawa diangkut ke mobil Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan warga membawa karung baru dan memulai kembali menuju titik berikutnya di dekat RS Vania Jalan Siliwangi dan berakhir kembali di sekitaran Kantor Kelurahan. (ded)