BOGOR – RADAR BOGOR, Setelah Yogya Bogor Junction kembali beroperasi, rapid test berkala menjadi pembelajaran yang harus ditempuh semua pusat perbelanjaan yang ada di Kota Bogor.
Positif dari Kluster Yogya Bogor Junction Bertambah, Bima Arya Persilahkan Buka
Rapid berkala, dinilai sebagai syarat wajib agar pusat perbelanjaan atau mal bisa terus beroperasi.
Hal itu kemudian ditegaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag), Ganjar Gunawan.
Rapid berkala itu dikordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), berbeda dengan rapid mandiri yang diklaim sudah dilakukan semua pusat perbelanjaan.
“Ketika ditemukan lagi yang positif, maka gugus tugas yang nanti n mengambil kebijakan seperti apa, disperindag pelaksananya saja,” kata Ganjar pada Radar Bogor.
Apalagi, dalam Peraturan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan sudah dicantumkan syarat rapid test berkala sebelum karyawannya kembali masuk mal.
Ganjar mengaku pihaknya sudah mengeluarkan imbauan ke seluruh pusat perbelanjaam untuk melakukan rapid. Namun kebanyakam dari pengelola memilih untuk rapid mandiri.
“Ya yang terpenting mereka harus melaporkan hasilnya kepada kita. Sebagian sudah melaporkan hasilnya,” sambung Ganjar.
Soal banyaknya yang memilih rapid mandiri, kata Ganjar, kemampuan bugdeting tiap – tiap mal berbeda. Tidak bisa disamakan mal satu dengan yang lainnya.
Namun Ganjar mengapresiasi pengelola mal yang melakukan rapid secara mandiri. “Berarti bayar sendiri. Pemerintah hanya mengcover pasar pasar tradisional,” sambungnya.
Ganjar kembali menerangkan, 16 pusat perbelanjaan yang ada di Kota Bogor sudah kembali beroperasi. Terlebih setelah dilakukan beberapa kali pengecekan.
Selain itu, tim dari satgas juga rutin melakukan pengawasan. Apabila memang ditemukan kembali pelanggaran, maka bukan tak mungkin akan kembali dihentikan sementara operasionalnya.
“Termasuk mal ini misalnya tidak bisa mengatur arus pengunjung, tidak menjaga dari adanya kerumunan, itu mungkin kita rekomensasikan ke gugus tugas untuk penghentian sementara. Kita buat empat tim pengawasan yang bergerak secara simultan selain CCTV yang terkoneksi dengan balaikota,” pungkasnya. (dka/c)