CIBINONG – RADAR BOGOR, Masyarakat Kabupaten Bogor dibuat resah, dengan lonjakan tagihan air pada bulan Juli. Pemakaian air seperti biasa, namun tagihan rekening membengkak luar biasa.
Hal itu dialami salah seorang warga, Fadhil. Ia menunjukkan, meteran air di rumahnya yang berputar cukup kencang. Hanya saja, tak ada air yang mengucur dari putaran tersebut. Hal itu pula yang dianggapnya musabab pembayaran melonjak pada bulan ini.
“Pembayaran bulan ini tinggi banget, tapi tidak sebanding dengan pemakaian airnya. Tolong ditindaklanjuti. Bisa jadi pelajaran untuk teman-teman semua. Kalau kerannya mengeluarkan angin, segera tutup. Debit air kering, tapi tagihan banjir kayak dipakai cuci lapangan futsal,” keluhnya, kemarin.
Menanggapi masalah tersebut, Humas PDAM Tirta Kahuripan Bogor, Arfur mengakui, banyak keluhan serupa yang masuk ke pihaknya.
Hanya saja, ia menegaskan, tak ada kenaikan penyesuaian tarif air dalam perhitungan tagihan rekening air selama bulan Juli.
Menurutnya, tingginya tagihan dipengaruhi perubahan konsumsi air dari pelanggan pada saat PSBB. Selain itu, petugas tidak membaca meteran air pelanggan secara langsung ke lapangan karena pembatasan itu selama pandemi.
“Di beberapa wilayah khususnya perumahan sempat memberlakukan larangan selain warga penghuni memasuki kawasan tersebut. Termasuk petugas pembaca meter PDAM tidak bisa memasuki wilayah-wilayah tersebut. Hal itu mengkibatkan tidak terbacanya meteran air sebagai dasar penagihan air,” terangnya saat dikonfirmasi Radar Bogor, Senin (20/7/2020).
Arfur menambahkan, manajemen PDAM memberlakukan program pembacaan meteran mandiri pada periode bulan April hingga Mei.
Pada program pembacaan meter mandiri tersebut, pelanggan diminta untuk mengirimkan informasi angka stand meter pada meter air ke nomor yang telah disediakan.
Jika ada pelanggan tidak mengirimkan informasi itu, maka PDAM akan menagihkan dengan data rata-rata pemakaian air selama tiga bulan ke belakang sebagai dasar tagihan rekening air.
“Jadi, tidak ada sama sekali kenaikan tarif. Kalaupun memang ada keluhan karena merasa tidak sesuai, dipersilakan untuk mendatangi ke cabang terdekat dengam membawa foto stand meteran. Nanti ada petugas yang akan mengecek ulang. Kalau sekarang, para petugas baca sudah bisa membaca seperti biasanya dan diharapkan tagihan akan normal sesuai pemakaian real,” garansinya. (mam)