Ojol di Bogor Sudah Bisa Angkut Penumpang, Jam Operasional Dibatasi

Mulai hari ini Senin (6/7/2020) ojol di Bogor sudah boleh mengangkut penumpang. Hendi/Radar Bogor

CIBINONG – RADAR BOGOR, PSBB Transisi telah diberlakukan di Kabupaten Bogor hingga 16 Juli mendatang.

Ojol di Kota Bogor Boleh Angkut Penumpang Mulai 6 Juli, Ini Syaratnya

Aturan yang dilonggarkan, menyentuh angkutan penumpang seperti ojek, baik ojek online (ojol) maupun ojek pangkalan (opang).

Bupati Bogor, Ade Yasin menegaskan, angkutan kendaraan roda dua itu sudah boleh beroperasi.  Sebelumnya, pihaknya memang membatasi angkutan penumpang itu saat PSBB Proporsional.

Beruntung, angka penularan efektif (RT) Kabupaten Bogor telah menurun dan di bawah ambang 1. Oleh karena itu, beberapa aturan selama PSBB Transisi bisa sedikit dilonggarkan.

“Karena kasihan juga mereka berbulan-bulan tidak mengangkut penumpang. Yang penting, asalkan protokol kesehatan dijaga dengan selalu mencuci tangan. Tidak boleh bersentuhan dengan penumpang,” tuturnya, kemarin.

Ojek Online Ditendang Pengendara Mobil, Ratusan Driver Ojol Kepung Rumah Pelaku

Operasional kendaraan roda dua itu juga tidak akan seketat di kota Jakarta. Lantaran para driver tidak mesti memakai sekat di punggung yang membatasinya dengan penumpang. Kalaupun ada yang ingin menggunakan itu, pemkab juga tak menutup diri.

“Sebetulnya dengan pakai jaket sudah terlindungu dari bersentuhan dengan penumpang. Paling ditambah dengan sarung tangan juga. Karena kasihan juga kalau menunggu alat (material sekat) itu, kapan mereka mau narik. Yang penting, masker dan helm itu wajib,” terang mantan advokat ini.

Jam operasionalnya juga dibatasi. Para pengendara roda dua itu hanya boleh mengangkut penumpang hingga jam 22:00. Standby sejak pagi dan menjadi opsi bagi para warga yang bekerja sudah sejak pagi. Ojol menjadi salah satu moda transportasi yang memudahkan mereka.

Salah seorang driver ojol, Arip Ilham pun bersyukur bisa mengangkut penumpang lagi. Ia telah lama menanti kesempatan itu. Mereka, para driver ojol, tidak bisa hanya mengandalkan orderan makanan yang tak seberapa.

“Alhamdulillah bisa narik penumpang lagi. Sepi banget orderan tidak bisa ngangkut penumpang kemarin,” imbuhnya.

Driver lainnya, Wiki juga telah lama menunggu-nunggu pemberlakuan itu. Kali ini, ia bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari dari mengangkut penumpang. Tentu saja dengan aturan protokol kesehatan agar tak tertular wabah Covid-19.

“Ojek online di Kabupaten Bogor benar sudah aktif. Alhamdulillah setelah lama tidak On aplikasi, akhirnya pemerintah bisa evaluasi keinginan para driver ojol yang bergantung pada penghasilan narik penumpang,” paparnya. (mam)