Beranda Bogor Raya Warga Cikeas Udik Keluhkan Pemotongan Dana BLT

Warga Cikeas Udik Keluhkan Pemotongan Dana BLT

Ilustrasi BLT

cheap flights lyrics my explanation GUNUNGPUTRI-RADAR BOGOR, Proses pemotongan Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, semakin kentara.

dating over 50 sites uk Salah satunya Nawati (70) yang menjadi korban pemotongan dana bantuan pemerintah bagi masyarakat yang berada dikondisi sulit di saat pandemi virus corona atau Covid-19.

https://sanisfahrschule.ch/33261-dte99685-online-dating-profile-examples-to-attract-men.html Dia mengaku, pemotongan tersebut terlihat ketika 25 Juni 2020 lalu pemerintah desa mendatangi rumahnya untuk memberikan langsung bantuan berupa uang tunai. Pemberian dana diberikan langsung oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cikeas Udik, Senin (29/6).

Menurutnya, pemberian jumlah uang tahap kedua berbeda dengan tahap pertama Rp600 ribu. Tahap kedua jumlah nominal yang diberikan hanya Rp500 ribu. “Pas saya tanyakan beberapa warga lainnya pun mendapat jumlah yang sama,” katanya kepada Radar Bogor.

Dia berharap dana bantuan yang sangat dibutuhkan sejumlah warga ini tidak menjadi “permainan” pemerintah wilayah. Pemberian hak warga, kata dia melanjutkan, dapat diberikan secara utuh. “Kalau ada pun pengurangan mungkin bisa lebih dijelaskan lebih rinci. Sehingga tidak menimbulkan kecurigaan warga kecil begini,” ujarnya.

Nasib serupa juga dialami Nasih (70). Menurutnya, dana bantuan pemerintah di tengah pandemi Covid-19 di sejumlah wilayah ini diterima sebanyak Rp500 ribu. “Iya betul cuma segitu. Berbeda dengan yang sebelumnya,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Desa Cikeas Udik, Imam Artha Kusuma membenarkan penyaluran dana bantuan diwakilkan oleh BPD pada 25 Juni lalu. Pemberian dana bantuan tersebut pun didampingi oleh Ketua RT dan RW setempat.

Meski demikian, dia menepis, bahwa terjadi pemotongan dari Rp600 ribu menjadi Rp500 ribu. Menurutnya, tidak terjadi pencatutan dana sebanyak Rp100 ribu saat ini. “Tidak ada pemotongan sama sekali. Kalau pun ada siapa yang memotongnya,” tegasnya.

Penentuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sambungnya, telah ditentukan sesuai Musyawarah Desa maupun Dusun. Berikut hasil didapatkan dari kesepakatan seluruh aparatur di tiap wilayah seperti RT, RW, juga BPD Cikeas Udik. “Penerima BLT juga melalui Musdesus dengan RT, RW, juga BPD,” tukasnya.(reg)