
CIBINONG-RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih harus bekerja keras untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.
Pasalnya, hingga kini masih ada 23 desa/kelurahan di Kabupaten Bogor yang menjadi episentrum atau pusat penularan virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut. Melihat masih tingginya angka penularan Covid-19, Pemkab Bogor pun belum bisa masuki new normal.
Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan, pihaknya menerapkan PSBB Proporsional secara parsial mulai Jumat (5/6/2020), guna menekan penyebaran virus Covid-19.
“PSBB parsial karena angka positif Covid-19 di Kabupaten Bogor masih tinggi. Jadi kita belum bisa menghadapi fase normal baru,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin.
Ditegaskan, ada perpanjangan PSBB selama 14 hari. Kali ini pengawasan diperketat di sejumlah wilayah yang memiliki risiko tinggi penularan virus corona atau Covid-19.
Ia mencatat, ada 23 desa dan kelurahan yang menjadi pusat konsentrasi atau episentrum penularan COVID-19 di Kabupaten Bogor.
“Artinya ada 23 desa dan kelurahan yang masih harus dalam pengawasan ketat, diantaranya wilayah yang berdekatan dengan Jakarta, Bekasi, dan Depok,” katanya.
Ade Yasin meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19, seperti mengenakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik.
Badan Informasi Geospasial (BIG) mencatat ada 23 desa di Kabupaten Bogor yang memiliki risiko tinggi penularan Covid-19, dan menjadi pusat konsentrasi atau episentrum penularan.
“Berdasarkan derajat kepadatan yang menunjukkan tingkat konsentrasi kejadian dapat dikatakan bahwa penduduk di desa tersebut mempunyai tingkat risiko yang lebih tinggi daripada wilayah lain,” kata Kepala Bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim BIG, Ferrari Pinem.
Ia menyebutkan, 23 desa itu tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Gunungputri sebanyak lima desa, yakni Bojong Kulur, Ciangsana, Cikeas Udik, Nagrak, dan Wanaherang.
Kecamatan Cileungsi sebanyak lima desa yakni Cileungsi, Cileungsi Kidul, Limusnunggal, Pasir Angin, dan Cipenjo. Kecamatan Cibinong sebanyak lima desa yang meliputi Pabuaran, Harapan Jaya, Pondok Rajeg, Ciriung, dan Ciri Mekar.
Kecamatan Bojonggede sebanyak enam desa yakni Bojonggede, Bojongbaru, Rawa Panjang, Pabuaran, Susukan, dan Raga Jaya. Kecamatan Tajurhalang satu desa yakni Kali Suren dan Kecamatan Kemang juga satu desa yakni Desa Tegal.
Ferrari mengatakan, 23 desa itu merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan wilayah lainnya.(pojokbogor)