Beranda Olahraga Aksi Anak Legenda Prancis Tuai Pujian, Seharusnya Jangan Dihukum

Aksi Anak Legenda Prancis Tuai Pujian, Seharusnya Jangan Dihukum

Marcus Thuram

http://atozservices.com.lb/2770-dte66696-free-dating-sites-in-poland.html buy augmentin tablets RADAR BOGOR, Langkah Marcus Thuram dan seluruh skuad Liverpool berlutut di tengah lapangan diminta untuk diikuti semua pemain sepakbola. Seruan itu disampaikan oleh ketua organisasi antirasisme di sepakbola, Kick It Out, Sanjay Bhandari.

http://cosmodeonline.com/59112-dte28456-online-chat-rooms-not-for-dating.html Putra legenda Prancis, Lilian Thuram ini menghebohkan jagat sepakbola dengan aksinya berlutut di tengah lapangan saat merayakan gol ke gawang Union Berlin. Penyerang Borussia Monchengladbach itu langsung mendapat pujian dari pelatih dan kolega pesepakbola.

Aksi itu tidak dilakukan tanpa alasan. Pemain berkebangsaan Prancis itu hendak menyampaikan solidaritas kepada warga kulit hitam di Amerika Serikat (AS) yang terus mendapat diskriminasi. Selain Thuram, dua pemain Borussia Dortmund Achraf Hakimi dan Jadon Sancho ikut menyampaikan ungkapan solidaritas mereka lewat tulisan di kaus dalam.

Para pemain Liverpool melakukan aksi berlutut sebelum latihan dimulai, sebagai bentuk soidaritas kepada mendiang George Floyd. (Twitter)

Tindakan para pemain itu kini tengah diselidiki oleh DFB selaku operator Liga Jerman. Bukan tidak mungkin ketiganya plus pemain belakang Schalke 04 Weston McKennie bakal mendapat sanksi. Sanhay Bhandari lantas meminta agar DFB tidak menghukum mereka sekaligus mengimbau semua pesepakbola mengikuti langkah rekannya tersebut.

“Saya berharap ada keringanan dari otoritas Liga Jerman. Saya tidak yakin bagaimana bisa Anda menghukum Marcus Thuram. Saya tidak yakin mereka sudah melakukan kesalahan. Dia hanya berlutut,” ucap Sanjay Bhandari, mengutip dari Goal, Selasa (2/6/2020).

“Jika demikian, saya ingin mendorong agar semua pemain melakukan protes serupa. Ketika mencetak gol, berlututlah, tidak hanya pemain berkulit hitam, tetapi juga semuanya. Semua orang harus menunjukkan solidaritas mereka,” pungkasnya. read (okz/rur)