Beranda Metropolis Skenario New Normal Sekolah di Bogor : Masuk Begilir, Belajar Hanya 4...

Skenario New Normal Sekolah di Bogor : Masuk Begilir, Belajar Hanya 4 Jam per Hari

Ilustrasi-Belajar-mengajar
Ilustrasi Belajar mengajar

https://marenostrum.com.tr/39601-dte43912-new-hampshire-women-seeking-men.html http://fitzpatrickfamilyfund.com/mbed/K3Rh22e3JKw BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah (Pemkot) Kota dan Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah mematangkan persiapan new normal atau tatanan normal baru.

Merujuk Perwali, Belajar di Rumah di Kota Bogor Diperpanjang Lagi

Ada beberapa skenario dan panduan yang kini sedang digodok. Salah satunya skenario new normal di sekolah.

Nantinya proses belajar mengajar di sekolah dilakukan dengan sejumlah pembatasan. Seperti jumlah siswa setiap kelas dibatasi 50 persen dan jam belajar hanya empat jam per hari. Siswa juga diatur masuk bergilir.

“Dalam satu kelas akan diisi oleh kurang lebih 50 persen dari total siswa per kelas. Bahkan, bisa jad hanya ada 25 persen dari total yang ada,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin.

Disdik kata dia, saat ini masih membuat formulasi tentang skema kegiatan belajar mengajar (KBM) ketika new normal.

Selain mengikuti protokol kesehatan ketat, banyak hal yang harus dimodifikasi. “Selain mengatur jumlah siswa dan jam sekolah, tenaga pendidik serta sarana dan prasarananya juga harus siap,” imbuhnya.

Selain itu ada juga opsi siswa belajar di sekolah selama tiga hari, sedangkan sisa dua hari dilakukan secara virtual di rumah.

Sementara untuk tenaga pengajar yang berusia di atas 45 tahun tidak mengajar di sekolah, melainkan memberi pelajaran secara digital dari rumah. “Terpenting adalah semua harus dalam kondisi sehat,” imbuh dia.

Menurut Fahrudin, paling ideal adalah semua tenaga pendidik harus mengikuti rapid test atau swab test untuk memastikan mereka aman sebelum kembali ke sekolah. Hal itu untuk menjamin para siswa terbebas dari Covid-19.

“Tes harus dilakukan untuk semua tenaga pendidik di semua sekolah di Kota Bogor,” tegasnya.

Terkait kepastian kapan sekolah dibuka, Fahrudin mengaku bahwa masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

“Kalender akademik belum ada dari pusat. Tapi masuk sekolah itu dijadwalkan tanggal 13 Juli,” imbuhnya.

Terpisah, Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten Bogor akan kembali dibuka ketika penerapan normal baru.

Sama halnya dengan Kota Bogor sejumlah skenario sudah disiapkan. Di antaranya, rombongan belajar (rombel) pada masing-masing sekolah diperbanyak untuk menjaga jarak di dalam kelas.

Nantinya waktu masuk dan jam belajar di sekolah juga dibatasi. “Misalnya dua hari atau pagi dan siang,” ujar Ade Yasin.

Dia menargetkan persiapan panduan new normal harus rampung sebelum awal Juni. Pasalnya, mereka harus menyesuaikan dengan peraturan presiden (perpres) yang bakal turun bulan depan. Kemungkinannya diperkirakan sekitar tanggal 1 atau 4 Juni.

“Makanya dalam masa dua hari sebelum itu kita maksimalkan uji coba persiapan dalam menghadapi new normal,” tegasnya usai menggelar rapat koordinasi dan evaluasi. buy provigil us (ded/cr2/mam/dka/d)

read this post here Skenario New Normal Sekolah di Bogor

1. Jumlah siswa setiap kelas dibatasi 50 persen.
2. Jam belajar hanya empat jam per hari.
3. Siswa diatur masuk bergilir.
4. Opsi siswa belajar di sekolah selama tiga hari, sedangkan sisa dua hari dilakukan secara virtual di rumah.
5. Tenaga pengajar yang berusia di atas 45 tahun tidak mengajar di sekolah, melainkan memberi pelajaran secara digital dari rumah.