Beranda Metropolis Nekat Mudik ke Layungsari, Siap-siap 14 Hari Diisolasi

Nekat Mudik ke Layungsari, Siap-siap 14 Hari Diisolasi

Pemerintah Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, menyiapkan ruang isolasi bagi warga yang nekat mudik ke Layungsari.

how will facebook affect the online dating industry http://powerbipros.com/acne/ BOGOR-RADAR BOGOR, Bagi warga Kota Bogor, khususnya warga Layungsari, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, jangan coba-coba nekat untuk mudik saat Hari Raya Idul Fitri 2020.

https://eurotechnic.rs/688-dte32084-dating-in-san-diego-for-asian-men-reddit-where.html Musababnya, warga Layungsari sepakat jika ada warganya datang dari luar kota atau memang bekerja di luar Kota Bogor harus menetap di rumah singgah isolasi, dan menetap selama 14 hari sesuai massa inkubasi Virus Covid-19.

“Rumah singgah disediakan bagi warga yang harus diisolasi khususnya bagi warga yang mudik tujuanya ke Layungsari, Kita akan wajibkan isolasi tanpa terkecuali,” ujar Lurah Empang Harry Cahyadi, kepada Radar Bogor, Jumat (22/3).

Menurutnya, selain para pemudik yang nekat kembali ke halaman kampungnya, rumah singgah isolasi juga disediakan bagi warga yang berstatus orang dalam pantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), termasuk bagi orang tanpa gejala (OTG). Dan rumah singgah memang memiliki lima ruang kamar bagi warga yang diisolasi, memiliki ruangan tamu yang luas dan halaman yang luas.

“Jika ada warganya yang dari luar kota harus laporan ke RT/RW, jangan pulang ke rumah langsung. Nantinya pengurus wilayah akan menyampaikan ke RW Siaga, akan mengisi form, akan diinput datang hari apa hingga sampai diisolasi beberapa hari kedepan,” kata Harry.

Kebijakan itu merupakan kesepakatan warga untuk mengantisipasi bagi warga Layungsari yang berada di luar daerah Kota Bogor, dan memaksakan ingin bertemu keluarga yang tidak diketahui kesehatanya karena berpotensi menyebarkan virus yang berasal dari Kota Wuhan, Cina.

Sedangkan jika ada keluarganya yang ingin menjenguk di rumah singgah isolasi, ada jam-jam tertentu yang bisa dimanafaatkan sanak saudaranya, semisal akan mengantarkan makanan dipersilahkan tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kita sudah siapkan alat pelindung diri (APD), keluarga yang ingin bertemu wajib menggunakan APD, jika mau ngobrol di depan halamannya luas tapi dengan jarak,” ucapnya .

Ada empat RW yang sepakat dengan penerapan kebijakan disaat pandemic tersebut yakni RW 07,17, 18 dan 19. Kelurahan Empang juga sudah berkoordinasi dengan Puskesmas, sehingga warga yang ada di rumah singgah nantinya akan menjalani rapid test.

“Kita siapkan sampai ke persediaan makanan. Untuk makan kita ada lumbung pangan kelurahan yang bergerak adalah RT/RW, hingga kader,” tukasnya.

Sementara itu, Camat Bogor Selatan Hidayatulloh mengapresiasi langkah antisipasi warga Layungsari dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona. (ded)