Beranda Radar Ramadan Lensa Ramadan Isi Waktu dengan Menulis Buku

Isi Waktu dengan Menulis Buku

Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima saat berbagi kepada para tenaga medis dalam perang melawan pandemi Covid-19 atau corona di Kota Bogor. (Istimewa)

RADAR BOGOR, Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu selama menjalankan ibadah puasa Ramadan, apalagi dengan adanya imbauan pemerintah untuk berdiam diri di rumah, salah satunya menulis.

Menulis, bagi sebagian orang, merupakan sebuah hobi dan media untuk menyalurkan berbagai gagasan penting. Hal itu yang tertanam dalam diri Safrudin Bima, Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kota Bogor.

Setelah sempat terhenti karena padatnya kegiatan yang harus dilakukan sebagai DPRD Kota Bogor, Safrudin mengaku saat ini dirinya sedang memanfaatkan waktu luang di rumah untuk melanjutkan kegiatan menulisnya.

radarbogor universitas terbuka

“Saya sedang memanfaatkan waktu untuk menulis, dimana saya ada buku yang mau ditulis tapi belum beres-beres, judulnya Metode Limbah. Buku ini adalah buku pendidikan luar sekolah dan kemasyarakatan tentang pendekatan belajar di saat krisis atau keterbatasan sumber daya material dan ekonomi,” terangnya.

Selain menulis buku untuk mengisi waktu saat berdiam diri di rumah, Safrudin pun tetap melaksanakan tugasnya sebagai anggota DPRD Kota Bogor, yakni turun ke masyarakat. Meski tingkat aktivitas yang dijalani menurun, dirinya tetap berkomunikasi dengan masyarakat.

“Saya kalau ke masyarakat memang intensitasnya menurun, tapi kita tetap. Saya kan ada grup wilayah-wilayah binaan gitu kan, yang berkomunikasi gitu. Ada RT, RW, teman-teman seperjuangan, ya itu kita di situ komunikasinya. Kegiatan-kegiatan di wilayah gitu. Dipantau, kita akan turun sekali-kali juga,” kata dia.

Ketika sedang berada di tengah-tengah masyarakat, Politisi PAN tersebut juga tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19 sesuai anjuran pemerintah. Hal tersebut perlu dilakukan tidak hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang lain. “Memang situasi ini membuat kita tidak mampu bergerak secara ideal dan normal gitu, tapi bukan berarti kegiatan-kegiatan itu berhenti,” lanjutnya. (cr4/c)