Beranda Berita Utama Alhamdulillah, 153 Warga Kota Sukabumi Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Alhamdulillah, 153 Warga Kota Sukabumi Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Ilustrasi

http://raleighmuralsproject.com/.com/embed/kV-Xo4hiM-Q SUKABUMI-RADAR BOGOR, Kasus virus corona atau covid-19 di Kota Sukabumi kian hari memperlihatkan statisik yang baik. Dari data yang dirilis hari ini, 9 April 2020 pukul 12.00 WIB, terakumulasi bahwa 153 orang dinyatakan sembuh.

buy priligy in thailand “Alhamdulillah, jumlah yang sembuh lebih banyak daripada yang masih dalam pemantauan dan pengawasan,” kata Juru Bicara Media Center Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana kepada Radarsukabumi.com, Kamis (9/4/2020).

big boob bbw dating everett wa. Untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) total saat ini adalah 186 orang dengan rincian 49 yang masih dalam pemantauan dan 137 yang dinyatakan selesai atau sembuh.

dating site names in florida to meet single men Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) total saat ini adalah 21 orang dengan rincian 5 orang masih dirawat dan 16 sudah dinyatakan sembuh. Sehingga total akumulatif kasus per kategori, yang sembuh sebanyak 153 orang sedangkan yang masih hanyalah 54 orang.

Sementara itu, jumlah ODP dan PDP diketahui didominasi oleh laki-laki. Intensitas aktivitas di luar rumah, ditengarai menjadi penyebab kaum adam lebih banyak terpapar di bandingkan dengan perempuan.

Dari total keseluruhan jumlah ODP dan PDP berjumlah 207 orang yang terdiri dari 123 orang laki-laki dengan rerata usia di atas 40 tahun. Adapun perempuan hanya sebanyak 84 orang.

Wahyu menjelaskan, secara medis memang gender atau jenis kelamin tidak ada kaitannya dengan Covid-19. Namun, dirinya menduga intensitas laki-laki di luar rumah lebih banyak ketimbang perempuan.

“Sebenarnya, secara medis itu tidak ada kaitan mau itu laki-laki atau perempuan dengan resiko Covid-19 dan saya sudah tanyakan juga kepada pemerintah pusat, tapi kalau diluat dari riwayat kasus, laki-laki emang lebih banyak yang beraktivitas di luar,” jelas Wahyu kepada Radar Sukabumi, kemarin (8/4).

Selain itu, upaya pemerintah mengambil langkah memindahkan proses belajar kerumah menajdi keputusan penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona di usia pelajar.

“Kenapa usia 30 keatas yang lebih banyak terpapar, karena memang anak sekolah usia dini sampai remaja kan sudah dirumahkan, walaupun emang kalau bicara kekebalan tubuh lebih rentan anak-anak,” sebutnya.

Selain itu, Wahyu memberikan kabar dari dari lima PDP yang saat ini menjalani isolasi. Menurutnya, kelima PDP tersebut dalam kondisi yang baik dan terus memperlihatkan progres yang baik.

“Untuk lima PDP sekarang semakin membaik, kami sudah kirim swabnya. Jika memang negatif, kami akan pulangkan. Sedangkan jika positif, masa isolasi akan di tambah 14 hari,” pungkasnya. (izo/upi/rs)

radar-bogor-selamat-idul-fitri